Kulo Tiyang Sae

Mengatur Tata Ruang Kamar

March 25, 2009 · 17 Comments

Perhatian: postingan ini lumayan panjang, sebagian berisi curcol, sebagian berisi tips. Anda sudah diperingatkan.

Saya tipe orang yang suka dengan kamar luas dan rapi tanpa ada barang2 berceceran di sana-sini. Karena itu sebisa mungkin saya mengoptimalkan media penyimpanan seperti lemari, rak, kardus, bahkan tas.

Masalah mulai muncul saat barang2 di kamar bertambah banyak, sementara media penyimpanannya tetap. Itulah yang saat ini sedang saya dan istri alami. Sejak kepindahan saya ke Jakarta, praktis barang2 di kamar istri bertambah. Sebuah lemari baju sudah tidak lagi muat menyimpan pakaian kami berdua. Gantungan baju yang terbuat dari alumunium juga sudah semakin sesak. Dua buah rak sudah penuh dengan berbagai macam barang.

Hasilnya, kami mulai semena2 meletakkan sesuatu. Tas di belakang pintu, charger HP di dalam tas, toples camilan di kolong meja, pakaian di pojok tempat tidur, dan sebagainya.

Sepertinya hanya ada satu solusi untuk menangani semua ini: beli lemari baru yang lebih besar dan mulai memikirkan tata ruangnya.

Maka saya ambil meteran baju punya mertua, membuat catatan hasil pengukuran sana-sini, dan membuat visualisasinya di photoshop. Setelah utak-atik tata letak kamar, maka beginilah hasilnya (semua satuan dalam sentimeter).

denah-kamar1

Keterangan:

  • Luas kamar = 338 x 287
  • Luas lemari = 150 x 50
  • Lebar pintu = 86
  • Posisi stop kontak = dekat TV dan rak buku

Tata letak ini sudah lumayan sesuai dengan keinginan kami karena pintu dapat dibuka sepenuhnya. Tumpukan tas di belakang pintu nantinya masuk ke lemari. Gantungan baju alumunium (yang tadinya ada di sebelah pintu, tempat meja 1/4 lingkaran) dikeluarkan dan baju2nya dipindahkan ke gantungan baju di dalam lemari. Meja kecil 1/4 lingkaran digunakan untuk meletakkan HP (termasuk saat sedang di-charge) karena tempatnya juga dekat dengan stop kontak. Kardus digunakan untuk menyimpan barang2 yang masih juga belum bisa masuk ke dalam lemari.

There, nice and clean :D.

Tapi kemudian saya membayangkan sebuah tata ruang lain yang jauh lebih simple, dengan beberapa lemari yang seragam. Lemari2 ini terdiri dari 3 lemari pendek dengan ukuran P=150, L=50, T=60 untuk menyimpan baju yang dilipat dan barang lainnya, serta 1 lemari gantungan dengan ukuran P=150, L=50, T=150.

Penggunaan lemari2 pendek sengaja saya pilih dengan alasan utama: bagian atasnya bisa digunakan sebagai meja TV, meja rias, meja lampu, juga untuk meletakkan hiasan2. Selain itu, kamar akan terkesan lebih luas karena banyak area dinding yang tidak tertutup.

Maka, inilah hasilnya.

denah-kamar2

Keterangan:

  • A, C, D adalah lemari pendek.
  • A berfungsi sebagai meja TV, lemarinya bisa digunakan untuk menyimpan barang2 non-pakaian.
  • B adalah lemari gantungan baju. Dengan tinggi 150cm, masih ada space di bawahnya untuk menyimpan tas2 istri.
  • C dan D khusus untuk pakaian. Percayalah, 2 lemari pendek ini setara dengan rak penyimpanan pakaian yang dilipat dalam lemari 3 pintu. Berfungsi juga sebagai meja untuk meletakkan peralatan rias, lampu meja, hiasan, dan mungkin juga sebuah rak buku untuk menampung koleksi komik dan novel istri.

note: lupa menambahkan meja kecil 1/4 lingkaran di sebelah lemari C untuk tempat HP. Silakan dibayangkan saja.

Penasaran bentuk lemari2 itu? Ini dia.

lemari-pendek

lemari-gantungan-baju

Bersih, rapi, luas, dan seragam. Tipe saya sekali :D.

Sekarang tinggal memikirkan berapa biaya yang harus saya keluarkan untuk keempat lemari tersebut. Ada yang bisa memberitahu? Atau anda punya pengalaman lain tentang tata ruang kamar anda? Sudilah membaginya di kolom komentar.

Update

Setelah saya pertimbangkan lagi, posisi A sepertinya akan lebih baik diisi dengan lemari seperti ini:

lemari-pendek2

Lemari pendek dengan 1 pintu dan 3 laci. Bagian kiri (apa to istilahnya?) bisa digunakan untuk menyimpan dokumen2, sementara lacinya untuk menyimpan alat2 tulis/kantor atau barang2 kecil lainnya.

Categories: posts
Tagged:

17 responses so far ↓

  • Gum // March 25, 2009 at 1:35 am | Reply

    Ada pengusaha furniture di sini? Silakan buka penawaran :D

  • Obi-Wan // March 25, 2009 at 1:44 am | Reply

    Itu lemari B yang di visualisasi kedua gak terlalu mentok ama pintu, Mas? :D

    gum: nggak juga. pengukuran tadi nggak benar2 akurat kok. lagipula kalaupun memang mentok, nggak jadi masalah. nggak terlalu mengganggu.

  • venus // March 25, 2009 at 2:39 am | Reply

    Ideas! *tring*

    Kenapa gak kamu aja sekalian diversifikasi usaha, jyum? Sepertinya lumayan berbakat di bidang interior design :))

    gum: ndak bisa, mbok. saya kalo ndak kepepet ndak bakalan bikin design :))

  • Nazieb // March 25, 2009 at 2:39 am | Reply

    Itu pintunya menghadap utara atau ke barat?

    Kalau menghadap ke barat, sebaiknya lemari B jangan terlalu mepet dengan pintu. Soalnya pas mbuka pintu jadi ngrasa sempit, soalnya hal pertama yang kliatan adalah lemari itu.. bukannya langsung ke bed tempat manten anyar bobo bareng

    :lol:

    gum: ke utara, menurut saya nggak terlalu sempit dan memang menghadap langsung ke bed tempat manten anyar bobo bareng

  • kei // March 25, 2009 at 7:40 am | Reply

    wih-wih, niatnyaaa..

    gum: kepikiran terus sih :D

  • gempur // March 25, 2009 at 8:46 am | Reply

    mantab bro, menurut saya kayaknya lemari B pasnya dipindah ke posisi lemari D, karena kalau nonton tv da di sebelahnya lemari besar, rasanya mengganggu sekali, itu menurut saya loh, hehehehe

    gum: memang mas. tapi tembok sebelah kanan posisi D itu jendela, saya lupa ngasih keterangan. jadi kalau B ada di situ, menghalangi cahaya yang masuk.

  • Huang // March 25, 2009 at 10:43 pm | Reply

    Uhm..
    apa arsitek juga menganut faham fengshui?

    gum: bisa jadi. tapi saya ndak tau, karena saya bukan arsitek :D

  • Sawali Tuhusetya // March 25, 2009 at 11:03 pm | Reply

    saya juga suka banget dg kamar yang lapang dan luas, mas. bisa bikin pikiran bisa lebih terbuka dan fresh dalam berpikir. tapi bener juga tuh, mas, semakin banyak barang berjubel di kamar, makin sulit juga kita mengatur tata ruangnya. tapi rancangan dan desain kamar seperti sungguh nyaman, mas. semoga makin bertambah kreatif!

    gum: mudah2an, pak. matur nuwun.

  • hmcahyo // March 26, 2009 at 7:55 am | Reply

    lama gak kesini …gravatarnya ganti :D

    gum: wah, sudah bisa blogwalking. berarti sudah sembuh ya pak? sukur deh :D

  • byme // March 26, 2009 at 2:31 pm | Reply

    hebat jadi desainer
    byme

  • pututik // March 26, 2009 at 6:13 pm | Reply

    Kalo saya perhatikan itu lemari lumayan menghabiskan tempat ya.

    gum: tapi setidaknya bisa jadi tempat penyimpanan barang daripada tercecer :D

  • nengbiker // March 27, 2009 at 11:11 am | Reply

    lemari B mending yg pendek, lemari A yg tinggi.
    meminimalisir kotoran di pojokan.
    dan rasanya lebi lega ngeliat tivi yg ga di pojokan.

    dan lemari A bisa skalian yg mentok sampe langit2. untuk nyimpen barang2 yg nda tiap hari dipake >> menghilangkan fungsi kardus.

    gum: hmm, bisa juga. tadinya lemari pendek A mau sekalain buat meja tv, karena colokan antena sama listrik ada deket situ. coba liat denah pertama.

    buswe, jendelanya sebelah mana sih gum?

    gum: jendelanya di sebelah barat. tu, yang ada ukuran 70nya

    furnimart gi diskonan di sini.
    gmn kl belinya di mlg? :D

    gum: jah, kalo untuk ini sih nggak bakal beli jadi, tapi mesti pesen. customized gitu.

  • abdee // March 27, 2009 at 1:54 pm | Reply

    Itu TV gak terlalu mepet ya… kan enaknya ditengah kasur.

    gum: yaa, ini kan baru rancangan awal. kalo setelah implementasi ada perubahan, itu soal nanti

  • satria.permana // March 28, 2009 at 1:57 pm | Reply

    TV jangan di pojokan.. mending dibuat simetris aja.. lemari tv tetep, tapi di kiri kanan ada lemari yg agak tinggian dikit buat simpan barang2 non baju.. kaya nya lebih enak deh

  • satria.permana // March 28, 2009 at 1:58 pm | Reply

    Untuk sejenak.. mari kita berpartisipasi dalam Earth Hour 2009!!!

  • anekatya // April 1, 2009 at 1:11 pm | Reply

    aq jd kpikiran ubah kamar ku jg

    gum: do it now, start it right :D

  • rera // October 20, 2009 at 1:04 pm | Reply

    ide yang bagus sekali, saya memiliki keinginan untuk merubah kamar kos saya sekarang, saya suka biru tapi dindingnya krem, bagaimana ya menyiasati warnanya?
    terimakasih..

    gum: saya belum pernah bereksperimen dengan warna2 kontras. jadi sepertinya nggak bisa bantu :D

    *sungkem*

Leave a Comment