Kulo Tiyang Sae

Serunya Berbagi di Bulan Ramadhan Bersama Coin A Chance

September 16, 2009 · 8 Comments

ccd

Berbagi itu bisa bermacam2 bentuknya, termasuk dalam bentuk koin. Ya, uang receh, yang biasanya hanya membuat penuh kantung kita dan kerap kali mendapat perlakuan jauh berbeda dengan uang pecahan 100 ribuan seolah2 nggak ada harganya.

Coin a Change (CaC), sebuah gerakan yang awalnya digagas oleh beberapa rekan blogger, mengakomodasi kegiatan berbagi dalam bentuk pengumpulan koin ini. Hey, siapa sangka koin2 yang sering kita anggap remeh itu bisa membantu anak2 berprestasi dari keluarga kurang mampu untuk kembali ke bangku sekolah? Well, everything is impossible until somebody does it :)

Percaya atau nggak, dari serangkaian kegiatan Coin Collecting Day (CCD), seorang siswa kelas VI SD bernama Bintang Gempur Anarki bisa bebas dari uang SPP yang sudah menunggak selama lebih dari setahun. Program ini bahkan telah memotivasinya untuk lulus SD dengan hasil yang membanggakan.

Hitung2 beramal di bulan puasa, Hari Sabtu kemarin saya dan istri menyempatkan diri hadir di acara CCD #8 sekaligus buka puasa bersama dengan para penggiat CaC di kedai Kopitiam Oey milik Pak Bondan yang tersohor itu. Gempur yang sebelumnya sempat diajak berpetualang ke Kidzania juga hadir.

Ini adalah kali kedua saya ikut berpartisipasi dalam program ini. Sebelumnya, secara nggak resmi saya pernah menyerahkan sekantung koin waktu ketemuan dengan rekan2 blogger di event Java Jazz Festifal tempo hari.

Ternyata ajang berbagi koin ini seru. Terutama saat puncak acara: penghitungan koin secara massal. Dan heboh juga, karena saya dan Oelpha harus berkali2 menghitung ulang koin2 yang sudah kami hitung sebelumnya. We’re bad with numbers :))

Istri saya sepertinya juga antusias. Terbukti setelah acara ini dia menggagas pengumpulan koin di kantornya ^^. Saya nyusul deh, abis lebaran tapinya :D

ccd2Serunya Coin Collecting Day

Rekan2 blogger lainnya yang saya kenal ikut hadir kemarin adalah dua penggagas CaC, Hanny dan Nia, Goen, Mas Hedi, Andi Belutz, Chika dengan iPhone barunya :D, dan Risna. Yang terakhir ini adalah salah satu representatif Blogger Ngalam yang akhirnya bisa ketemuan juga di Jakarta, padahal kenalnya sudah lumayan lama :D

Rasanya senang sekali mengatahui partisipasi kita yang hanya dalam bentuk beberapa keping uang receh bisa begitu besar manfaatnya bagi orang lain. Jadi tunggu apa lagi? Mulailah mengumpulkan koin dari sekarang dan bergabunglah di CCD berikutnya :)

Dasar blogger, di akhir acara sesi foto2 tetap menjadi kegiatan wajib. Sampai2 Pak Bondan yang sore itu mampir ke sanapun dicuekin :))

→ 8 CommentsCategories: posts
Tagged: , ,

Revolusi Jedhing

August 12, 2009 · 18 Comments

Dalam bahasa Jawa, sejatinya jedhing berarti kolam air sebagai tempat mandi (dan mencuci) atau bak mandi. Namun dalam perkembangannya, di beberapa daerah istilah ini mulai digunakan untuk menyebut kloset, toilet atau kamar mandi.

Kenapa saya membahas tentang toilet? Karena seperti juga di postingan yang lama, selalu ada cerita dibalik pengalaman menggunakan jedhing, terutama di tempat kerja.

Di tempat kerja saya, toilet tersedia di tiap lantai (termasuk di lantai 2, ruangan saya). Namun kondisi tiap toilet beda2 dan sialnya toilet lantai 2 yang paling mengenaskan. Kran wastafel nggak keluar airnya, dispenser sabun cair nggak berfungsi, urinal pria juga nggak ada airnya sehingga kalau mau kencing harus harus bondho (bermodal) gelas plastik untuk nyiram dan nyuci anu.

Beberapa hari yang lalu toilet ini dibongkar, mungkin karena sudah banyak keluhan dari penggunanya. Dan sialnya saya nggak tau.

Suatu pagi, seperti biasa, saya yang sejak awal sudah jadi pengguna tetap kloset di kantor mendadak kebelet buang hajat (gede!). Maka larilah saya ke toilet. Tapi belum lagi sampai di depan pintu, si mas janitor ngasih tau kalau toilet sedang dibongkar.

Dengan sisa2 tenaga, saya lari ke lantai 1 hanya untuk mendapati klosetnya sedang dipakai. Nggak mikir panjang, saya lari naik ke lantai 3. Sialnya keadaannya sama. Ngantri, malah :|

Sudah kebayang gimana ‘panik’-nya saya? OK, lanjut.

Saya sudah hampir lari ke lantai 4, tapi segera memutuskan untuk kembali ke lantai 1 saja, berharap klosetnya sudah kosong. Tapi baru sampai lantai 2, saya ketemu mas janitor lain yang ngasih tau kalau di lantai ini ada toilet satu lagi. Letaknya dekat lift, malah katanya lebih bersih.

KOK SAYA BARU TAU YAA??

Benar saja. Sesampainya di TKP saya mendapati toilet yang lebih beradab dengan kloset yang…. KOSONG! *jingkrak2*

Itu kejadian beberapa hari yang lalu. Kejadian hari ini nggak kalah menjengkelkan dan bikin malu.

Selesai makan siang, panggilan alam itu kembali datang. Dengan berlari2 kecil (syaalala…) saya menuju toilet dekat lift yang bersih itu. Kosong! *nyengir*. Tapi begitu masuk ke klosetnya, ember untuk nampung airnya nggak ada :|

Saya ke ruang janitor di sebelah untuk nanya. Si mas janitor bilang dengan logat betawinya,

“ooh, embernye? lagi dipake di ruangan sonoh. ACnye bocor, jadi buat nampung. bentar ye, saya ambilin.”

:|

Saya sedang nunggu dengan harap2 cemas ketika tiba2 dari lorong yang sunyi senyap itu saya mendengar suara menggelegar si mas janitor teriak ke temannya,

“EMBER NYANG TADI MANE? ADA YANG MAU BER*K TUH..”

Kontan saya misuh2 dalam hati. @&#$!!!

Salah tingkah dan mati gaya, saya buru2 berdiri di depan lift, berlagak nunggu liftnya kebuka. Dan saya nggak mau ambil pusing ngecek siapa aja yang celingukan nyari orang yang dimaksud si mas janitor durjana itu.

Nggak lama, dia datang membawa ember yang dimaksud. Kotor, karena bekas nampung air dari AC yang bocor.

“Kotor nih, pak. Saya cuci du…”

Belum selesai si mas mingkem, ember udah saya rebut dan berlari ke kloset.

Moral of the kloset story:

Di Indonesia, jedhing/toilet selalu dianaktirikan, terutama di kantor2 pemerintahan dan tempat2 umum. Kenapa? Karena nggak ada undang2 khusus perjedhingan yang bisa melindungi dan mengayomi para pengguna jedhing.

Jadi, mari kita dukung gerakan Revolusi Jedhing.

Demi Jedhing yang lebih baik!

Merdeka!

→ 18 CommentsCategories: work-related
Tagged: , , , , ,

Puasa Membantu Meningkatkan Daya Ingat

August 9, 2009 · 13 Comments

improve_memorySaya juga baru tau tentang ini dan tentu saja belum pernah mencoba membuktikannya sendiri.

Tapi itulah yang saya ketahui dari situs Lifehacker.com, bahwa hormon yang meningkatkan daya ingat sedang tinggi2nya diproduksi saat perut sedang kosong.

Jadi seharusnya bertambah satu alasan lagi untuk lebih semangat menyambut puasa tahun ini.

Bagaimana? Tertarik untuk membuktikannya sendiri? :)

→ 13 CommentsCategories: posts
Tagged: , , ,

Bingung Bareng CS

August 6, 2009 · 6 Comments

Pagi ini di inbox saya tiba2 ada email dari sebuah perusahaan hosting tempat saya mendaftarkan domain dan menyewa space di sana. Isinya adalah pemberitahuan bahwa domain saya bakal kadaluarsa dalam 60 hari.

Yang bikin saya bingung, isi emailnya begini,

Anda menerima pemberitahuan ini karena Anda belum membayar atau pembayaran Anda belum diproses.

Bila Anda tidak menerima invoice untuk perpanjangan domain, mohon segera menghubungi kami.

Tentu wajar kalau saya berasumsi bahwa ada tagihan yang belum terbayar karena memang belum ditagihkan ke saya, kan? Karena itu saya berinisiatif untuk menghubungi customer servicenya via YM.

Dan berikut ini petikan percakapan saya dengan mas/mbak CS yang bikin saya geli sepagian ini.

saya: selamat pagi

cs : selamat pagi. silahkan

saya: pagi ini saya dapat email tentang Domain Renewal, tapi tagihannya sendiri belum sampai. domain saya *******.web.id

cs : baiklah saya cek domain Anda expired 05/10/2009

Karena format tanggal yang dia cantumkan membingungkan saya dan kuatir memang ada masalah dengan pengiriman tagihannya, saya tanya lagi,

saya: 5 oktober? atau 10 mei?

cs : yaps 10 mei setelah saya cek lagi

Tuh, betul kan? Ternyata yang dimaksud memang 10 Mei.

saya: sebentar. kalau 10 mei, berarti sekarang sudah expired dong? dan sekarang agustus. kenapa Domain Renewal Notice baru saya terima sekarang ya?

cs : makanya saya cek email yang kami kirimkan dahulu.
Nama domain dibawah ini akan kadaluarsa dalam 60 hari. *******.web.id – 05/10/2009
berati masih ada waktu dua bulan dari sekarang
tagihan baru akan ada 20 hari sebelum tanggal 5/10/09
jadi email yang anda terima hanya semacam email pemberitahuan saja untuk mengingatkan doamin anda akan expired dua bulan lagi

Saya jadi tambah bingung. Sebelumnya dia bilang domain saya sudah expired sejak bulan Mei. Lalu kenapa sekarang dia bilang email tadi hanya pemberitahuan tentang domain yang akan expired 2 bulan kemudian?

Sayapun mencoba memastikan lagi.

saya: “sebelum tanggal 5/10/09″ itu maksudnya 5 oktober atau 10 mei?

cs : 20 hari lagi => bereti cek tagihan sekitar pertengahan bulan september kalau saat ini tagihannya belum ada

Wah, message saya nggak nyampe sepertinya :D

saya: wait. yang saya tanyakan, “sebelum tanggal 5/10/09″ itu maksudnya 5 oktober atau 10 mei?

cs : pak kami menganut sistem penaggalan indonesia. jadi tanggal/bulan/tahun jadi domain anda expired 5 oktober 2009

saya: kalau ikut sistem penanggalan indonesia, kenapa tadi anda bilang
“cs: yaps 10 mei setelah saya cek lagi”
saya kan bingung

cs : yaps makanya
(08:14:08 AM) cs: makanya saya cek email yang kami kirimkan dahulu =>
ini kan saya cek lagi. dan setelah saya cek domain anda expired 5 oktober

saya: dan bukan 10 mei?

cs : yaps

saya: ok. thanks

:))

Walaupun sepele, ada 2 kekeliruan yang seharusnya nggak perlu terjadi dan berpotensi membingungkan klien.

  1. Kalau memang hanya berupa pemberitahuan bahwa dalam 2 bulan ke depan domain klien akan expired, seharusnya jangan cantumkan kalimat ini

    Anda menerima pemberitahuan ini karena Anda belum membayar atau pembayaran Anda belum diproses.

    karena klien pasti berpikir ada tagihan yang belum terbayar/terproses. Seharusnya katakan saja secara eksplisit bahwa email tersebut hanya sekedar pengingat dan tagihan akan dikirim sebelum tanggal kadaluarsa. TITIK.

  2. Tanggal dalam bentuk digit akan selalu membuat orang bertanya2 tentang format tanggal yang benar. Apa susahnya sih mengganti output tanggal di baris program dengan date(‘j M Y’) atau date(‘j F Y’) agar format tanggalnya menampilkan nama bulan? Jangankan klien, CSnya aja bingung :))

*ketawa guling2*

→ 6 CommentsCategories: posts

Tentang Brunei, Koin Cepekan dan Gocapan

July 27, 2009 · 20 Comments

Suatu hari saat sedang menghabiskan sore bersama istri di sebuah tempat ngopi, iseng2 saya ambil sebuah majalah dari tumpukannya yang memang disediakan buat bacaan pengunjung. Itu adalah sebuah majalah pariwisata yang mengulas tentang Asia.

Covernya unik, foto pakaian tradisional suku Iban yang ngejreng berwarna-warni-berkilauan-indah-sekali.

inbound_cover

Dari informasi di dalamnya, saya mengetahui kalau foto itu adalah courtesy (apa sih padanan katanya dalam Bahasa Indonesia?) Badan Pariwisata Brunei.

inbound_cover_inside

Yang bikin saya lebih tertarik adalah aksesoris yang digunakan pada pakaian itu. Sebuah kalung dan semacam sabuk yang terbuat dari untaian uang logam. Saya perhatikan dengan seksama, dan saya foto dengan mode makro agar anda juga bisa lihat lebih jelas.

inbound_cover_zoom1

inbound_cover_zoom2

See? Does it ring a bell?

Yes! Yes!! It’s our beloved “koin cepekan” and “koin gocapan” :))

Sampai saat ini saya masih bertanya2, gimana ceritanya itu koin2 kita bisa jadi aksesoris di negara orang? Kenapa nggak pake koin mereka sendiri aja?

Bahkan saya sempat punya kesimpulan bodoh, bahwa seseorang telah membuka cabang perwakilan gerakan Coin A Chance di Brunei :))

Oh, well. Ada yang bisa menjelaskan? :D

→ 20 CommentsCategories: jakarta
Tagged: , ,