Dehidrasi Bikin Lemot


Pada tau iklan minuman isotonik yang mengangkat isu bahwa kekurangan cairan bisa bikin orang jadi lemot, kan? Bukan bermaksud mau mendukung kampanye mereka (karena saya memang bukan orang marketing mereka), tapi kemarin hal ini beneran saya alami.

Seperti biasa, Hari Senin adalah harinya saya, satu-satunya karyawan di kantor yang beruntung bisa libur di Hari Minggu dan Senin. Hari Senin sering saya manfaatkan untuk menyelesaikan urusan-urusan non-kantor yang belum selesai seperti hal-hal administratif yang memang harus dilakukan pada hari dan jam kerja, atau kegiatan-kegiatan pribadi lainnya.

Nah, Hari Senin kemarin kebetulan lumayan banyak agenda yang harus saya selesaikan. Mulai dari ngirim paket buat sodara di Jakarta, servis lampu motor yang kemarin putus, cetak foto kakak ipar, beli handsfree di pusat kota, nyuci baju yang biasanya emang udah numpuk tiap senin sampai hair treatment.

FYI, kemarin sedang panas-panasnya, dan dalam kondisi puasa, pula.

Lemot #1

Singkatnya saya ke ATM untuk ngambil duit beberapa ratus ribu. Buat bayar ini-itu, sekalian buat simpanan cash bulanan. Tapi sebelumnya pingin ngecek saldo dulu, memastikan apakah ada perubahan nominal setelah saya cek lewat web tempo hari.

Mungkin saking panas dan hausnya, konsentrasi saya buyar. Saat disodorin menu di layar ATM, yang saya pilih bukannya menu ‘Transaksi Lain’, melainkan menu penarikan dengan nominal terbesar (lihat gambar, pojok kiri atas). Sialnya, di ATM tersebut nominal terbesar adalah Rp 1.250.000 T_T
Jadilah saya keluar dari ATM dengan mengantongi segepok lembaran 50rban.

Lemot #2

Setelah tanya-tanya ke teman tentang jasa pengiriman paket, saya dikasih saran untuk ke DHL, FedEx atau Leuwigadjah, lengkap dengan lokasinya. Berhubung sedang lemot, lokasi-lokasi tersebut nggak tergambar jelas di pikiran saya.

Saya tiba-tiba lupa arah, dan akhirnya memutuskan untuk mengirimkan paketnya lewat Pahala Kencana.

Lemot #3

Selanjutnya adalah beli handsfree di kawasan pusat pertokoan. Ada 2 macam handsfree yang ditawarin ke saya. Yang biasa harganya 15rb sedangkan yang bagusan harganya 24rb. Informasi dari seberang sana, pakai yang biasa saja sudah cukup. Jadilah saya pilih yang biasa.

Saat saya coba, both earphone dan microphonnya nggak berfungsi dengan baik. Tapi entah kenapa saya bayar juga dan pergi meninggalkan toko.

Lemot #4

Lupa lokasi parkir motor T_T

Lemot #5

Begitu nyampe rumah, dengan bangganya merebahkan diri di kasur sampai ketiduran. Lupa nggak nyuci dan hair treatment T_T

Lemot #6

Bangun tidur pas adzan magrib. Sebelum menyantap menu buka puasa, saya memutuskan sekedar membatalkan dengan minum dan wudu untuk sholat magrib dulu. Tapi sampai di kamar malah tidur lagi sampai Isya’ T_T

Moral of the story : being lemot sucks!!!

12 tanggapan untuk “Dehidrasi Bikin Lemot”

  1. “…nyuci baju yang biasanya emang udah numpuk tiap senin sampai hair treatment.”

    Whaaa, hair treatment juga? =D

  2. Mas, kalo yg no.1 itu bukan sampeyan yg lemot. Tapi emang interfacenya itu yg ga userfriendly. Aku dah 2 kali narik 1,25 jut tanpa sengaja T_T

  3. @ferdhie: maksud loh?

    @fourteenth_rider: you know, it’s getting ‘wider’ up there. that’s why i need hair treatment.

    @titiw: hu uh, emang ngeselin kok ^^;

    @vnz: mbok saya diberi contohnya.

    @bazz: itu siang lho mbak. bulan belum nongol.

    @toepay: kalo lunatic effect saya biasanya berubah, mas. jadi brad pitt.

    @hesti: saya pilih naik gaji aja deh.

    @idiluam: wah, bayar pajak boleh dikurangi atau ditinggalkan ya? mau dong.

    @senny: untung saya tidak seperti anda :D

    @jiewa: akhir2 ini istilah ‘ga userfriendly’ sama ‘apes’ emang beda dikit kok, mas :D

    @Anonymous: sepam asli inih… :D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s