I’m so hungry, I could eat a horse


Di salah satu postingan terdahulu saya menggunakan perumpamaan dalam bahasa inggris, “I’m so hungry, I could eat a horse”. Laper banget, sampe kuda aja dimakan. Artinya sih jelas : berada dalam kondisi laper akut. Mendekati gizi buruk lah, kira2 :D

Masalahnya, kenapa ‘kuda’? Kenapa bukan kambing, sapi, kerbau, atau yang lain?

Banyak yg bilang, ini berkaitan dengan jumlahnya. Jadi kira2 memahaminya gini: saking lapernya, saya bisa ngabisin daging satu ekor kuda. Kebayang dong gede kuda segimana. Ya, jadi ini memang hiperbolis di kuantitasnya. Tapi kemudian muncul pertanyaan, kalau memang saking lapernya kuda aja dimakan (karena kuda itu gede), kenapa nggak bikin perumpamaan dengan hewan yg lain? Sapi, misalnya, yang jelas2 ukuran tubuhnya lebih gede.

Ada lagi pendapat kedua, yg menganggap ini berkaitan dengan norma kesopanan atau kebiasaan. Sebagian kalangan menganggap kuda bukan hewan konsumsi. Daging kuda dianggap menjijikkan, atau setidaknya kita jarang berfikir tentang ‘kuda sebagai menu makan malam’. Bayangin deh kalau ada anak kecil nanya, “Mamaa… makan malamnya apaaa?”. Trus si Mama menjawab, “Daging kuda rica-rica sayaang…”. Nggak lucu, kan? Jadi ini menggambarkan kondisi yang saking lapernya, makanan nggak lazim seperti kuda sekalipun bakalan dilahap.

Pendapat kedua ini didukung dengan kemiripan idiom di daerah Spanyol sana, yang menggunakan a bull instead of a horse. Alasannya kurang lebih sama. Karena sulit ditangkep (yaa eyaaa laaaahhh…), dan dagingnya nggak enak. Hmm… lebih kasian lagi ini menurut saya. Bayangin ada yg bilang gini, “Laper banget. Kalo di dunia ini yang bisa dimakan cuma tinggal 1 banteng, gua kejar deh…”. Kasian amat, mesti ngejar dulu :))

Bisa juga alasannya gabungan dari dua pendapat diatas : kuda itu mewakili figur makanan nggak lazim yang jumlahnya banyak.

Lain lagi dengan anggapan ketiga yang melihat hal santap-menyantap kuda berkumis ini (hai kuda™ ^^) sebagai sebuah usaha terakhir. Pendapat ini lebih populer dulu (duluuuu banget, waktu saya belom lahir) dalam konteks kuda sebagai alat transportasi. Bayangin Anda harus menempuh perjalanan jauh dengan berkuda tanpa bekal yg cukup. Di tengah perjalan saat Anda hampir mati kelaparan, usaha terakhir yg bisa Anda lakukan untuk tetap bertahan hidup ya dengan memakan tunggangan Anda itu. Ingat!! Ini jaman dulu, sebelum ada Honda Tiger atau Suzuki Thunder. Jadi jangan bayangkan Ada ngerakoti tangki motor.

Saya sendiri lebih sreg dengan pendapat ketiga ini. Lebih masuk akal menurut saya, ketimbang hubungannya dengan jumlahnya maupun unsur tabunya dalam masyarakat.

Semoga bermanfaat :)

ps : ada juga variasi perumpamaan ini :
“I’m so hungry I could eat a horse and chase the rider”
salah si penunggangnya apa, coba? :))

sumber : internet <— saya suka cara penulisan sumber seperti ini

30 tanggapan untuk “I’m so hungry, I could eat a horse”

  1. sumber : internet <— saya suka cara penulisan sumber seperti ini

    Hyahahahahahaha, niru dari milis pasti.
    *nuduh™*

    Gum: iya. sama kayak nulis, sumber: google :))

  2. Walah, kasian bener kudanya, uda ditunggangin, malah disantap ujung-ujungnya…
    Untunglah saya lahir sebagai hewan yang lain..

    *menghela nafas lega…

    Gum: jangan lega dulu. ati2 pas hari raya kurban

  3. […saking lapernya, saya bisa ngabisin daging satu ekor kuda…]

    ekor kuda ada dagingnya? Perasaan rambut panjang aja *salah pokus* :D

    Gum: eh, kok tau kalo panjang?
    pernah kerja di salon kuda ya? :D
    *salah asuhan*

  4. “I’m so hungry I could eat a horse and chase the rider which is the writer of this blog”

    * singitan *

    Gum: …right after i finnish my commenter buffet
    *mulai berburu*

  5. ah, laper ya laper mas! sampe mati kalo di indoensia gak pake kuda, pake ayam peribahasanya.. ibarat ayam bertelor mati di lumbung padi… eit, salah gak peribahasanya… hehehe

    Gum: bukan pak. seinget saya, itu yang
    “guru kencing berdiri, ayam kencing berlari”
    hehehe… tambah ngawur.

  6. Mas gum, kok jadi mbahas makan kuda seh??! Cuma gara2 nulis frase itu di postingan sebelumnya??! Hahahaha…. Gumelar Agum makan kepiting, mas gummm ga pentiiinggg! GYAHAHAHA.. *maksa-mode-on*

    Gum: abisnya idiom2 orang sono tuh lucu2 ^^

  7. di sini ada pasar malam tahunan yang salah satu stand nya jualan sosis dari kuda :D walaupun nggak ada yang jual daging kuda di sini, nggak lazim :D

    Gum: lho, berarti yg sosis kuda itu bahan bakunya gak lazim dong :D

  8. saya pernah makan sate kuda di Jogja..memang aneh rasanya, dan tidak lazim he he

    Gum: nah itu. berarti lintas regionalpun, kesan itu tetap sama.
    temen saya sore ini ngasih contoh dalam bhs indonesia,
    ‘laper banget. badak lewat gw makan deh!!’
    hehehe… lha badaknya belum tentu mau

  9. jadi sate kuda to yg dimakan, so ga masalah donk kalo gt,,’
    yg jadi masalah adalah klo kita makan kuda mentah2..

    Gum: bukan, mas. dari awal yang jadi masalah adalah, ‘why horse ?’ :D

  10. huehehehe,,,telaah na keren juga neh,,tapi yang kebangetan yang terakhir itu sampe ngejar pengendara kuda nya,,kekekkeekek…

    Gum: soalnya mereka sekongkol !! :))

  11. waduh… this blog’s owner pasti orang bahasa ni ye :)

    Gum: wah, kok tau pak?
    di kuliah saya memang ambil kelas bahasa pak.
    bahasa pemrograman, maksudnya :D

  12. he he he,
    Gum, aku dapat berita baru nih, ada menu masakan ning malang ;)) , aku dapat dari jawapos

    Gum: hehe, berarti segi ‘nggak lazim’ dari makan kuda itu seharusnya sudah nggak diperhitungkan. setidaknya di malang :D

  13. Ahahaha.. kocak.. ini bikin sendiri apa nyomot dari.. INTERNET mas? hihihihihi.. geli sendiri.. btw mamaku pernah makan kuda lho.. katanya alot dan katanya lagi, buat penambah napsu.. (entah napsu apa yaa..)

    Gum: jadi tambah bingung. kenapa kuda selalu diidentikkan dengan napsu ya? apa hewan lain ga ada yang punya napsu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s