Kepunahan Media


Hingga saat ini kita mungkin sudah sering menyaksikan kepunahan suatu media, baik cetak maupun elektronik (apapun formatnya). Dampaknya jelas akan sangat terasa bagi audience setianya.

Berheti beroperasinya sebuah media bisa jadi diakibatkan oleh banyak hal. Pemberedelan semena2 oleh penguasa, masalah hukum, terhambat masalah dana, pergantian pemilik, atau mungkin karena pergantian format.

Radio 999 CNJ DJakarta Tamat Riwayatnya

Apapun alasannya, berhenti beroperasinya Radio 999 CNJ DJakarta tentu menyisakan duka mendalam bagi para pecinta jazz, seperti saya. Isu berganti format benar2 susah diterima, di tengah atmosfir jazz yang mulai segar di negeri ini.

Saya mendapat kabar sedih ini dari wartajazz, situs berita jazz indonesia. Kabarnya, hari ini adalah hari terakhir CNJ siaran.

Lebih sedih lagi (hampir menitikkan air mata, beneran!) membaca email perpisahan dari redaksi CNJ, seperti yg saya kutip dari wartajazz berikut ini:

Salam Perpisahan

5 tahun kita bersama…
5 tahun kami telah menemani anda…
5 tahun adalah masa masa indah…
Dimana kemerdekaan jazz dan
indahnya musik klasik coba dibangkitkan

Kini kami mengundurkan diri dari media dengar anda
Akankah kita bersua lagi?
Hanya Tuhan yang tahu…

Terimakasih tak terhingga
Kepada teman teman yang sudah bersama 999FM CNJ Djakarta
untuk segala perhatian, kerjasama,  partisipasi, support
dan kedekatan yang tidak akan mungkin terlupakan…

999 CNJ Djakarta team:

Benny Sofwan
Indrawan Ibonk
Iken Margaretha
Ratna Cahya
Rachmat Basuki (Kiky)
M. Farhan Alam
Shandy Triyana
Sunny

Saya dan CNJ

Cerita perkenalan saya dengan CNJ berawal pertengahan 2005 lalu waktu saya masih kerja di Tangerang. Meskipun sudah nggak kerasan kerja di sana, salah satu alasan saya berat meninggalkan Tangerang ya CNJ itu. Seumur hidup baru sekali itu saya menemukan stasiun radio yang selama 24 jam nonstop menyuguhkan musik2 klasik dan jazz, tanpa iklan. Sedih, karena saya tau persis, di Malang belum ada stasiun yg mengkhususkan eksis di jalur jazz.

Karena itu, tiap kali ada kesempatan ke Jakarta saya selalu menyempatkan diri untuk mampir ke frekuensi CNJ.

Selamatkan CNJ

Anyone, kalau ada apapun yg bisa dilakukan untuk menyelamatkan CNJ dimana saya bisa berpartisipasi (petisi online, misalnya), saya benar2 bersedia ikutan.

Save CNJ, save jazz in this country.

— gum

15 tanggapan untuk “Kepunahan Media”

  1. Kang slamet: semoga paman mau ambil alih dgn uangnya yg meteran itu… semoga :( Vnz: bukan, ada perlu lain. Tapi yg jelas udah ga bs dgrin CNJ lagi :(

  2. Yeah, i know how it feels. Been there done that.
    Dulu pernah gitu juga pas U FM diambil alih femina group. Segmen musik jadi bergeser. Dan program musik Jepang yang sangat2 aq nantikan tiap minggu mao ga mao harus geser karena ga sesuai ama segmen femina group. Padahal itu kan salah satu wadah komunitas Jejepangan aq tuuuuh -.-

  3. Hi Mas Gum!!! Piye kabarea? sok Jawir gini akuh.. Hehehehe.. Oh.. Pantesan tiap nyetel 999 beberapa waktu lalu cuma bunyi Cesssssss….. Dong.. Tapi sekarang udaha ada siarannya tapi lagu2 biasa if I’m not mistaken.
    Huh, padahal aku juga pelanggan setia doi tuh.. huhuhuhuhu.. Aku jg ikut td tangan kalo ada gitu2an deeehh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s