Mumus


Mumus namanya. Kucing kampung yang udah bertaun2 dipelihara sama keluarga istri saya. Kucing cewek yang lebih mirip preman kalo di dunia manusia. Gimana nggak? Kucing garong cowok aja nggak ada yang berani sama dia. Biar kata nenek2, cakarnya masih tajem.

Selama ini dia bebas berkeliaran di luar, cuma pulang 3 kali sehari untuk makan: pagi, zuhur, maghrib. Menunya selalu spesial: nasi pindang. beuh!

Mumus ini nyawanya dobel2. Mungkin memang bener kata orang bahwa kucing punya 9 nyawa. Terakhir, gara2 berantem sama kucing garong, kulit kakinya ngelupas sampe keliatan dagingnya. Selama beberapa minggu dia lemes dan keliatan udah nggak punya semangat idup. Mungkin gara2 infeksi di kakinya itu. Kami semua udah pasrah dan rela kalo misalnya saat itu Mumus dipanggil Tuhan. Lebih baik, daripada ngeliat dia menderita seperti itu. Tapi ternyata Tuhan berkata lain, Dia hanya mengurangi kredit nyawanya Mumus aja.

Dulu Mumus sempat beberapa kali hamil dan punya anak, akibat kekerasan seksual yang kerap kali dia terima di jalan. Tapi nggak tau anaknya pada ke mana. Terakhir, sekitar satu setengah tahun yang lalu, saya sempat liat 2 anaknya yang masih kecil2. Kalo nggak salah saya juga masih nyimpen videonya.

Gigi depannya ompong. Jadi kalo diliat baik2, cuma ada gigi taringnya aja. Praktis lidahnya keluar terus. Mingkem juga percuma, wong nggak udah ada yang nahan. Alhasil apes bagi saya yang motornya sering dijadiin tempat tidur sama Mumus, karena tiap pagi saya mesti bersiin bekas ilernya di jok motor.

Dia punya kebiasaan lucu. Kalo punggungnya digaruk, dia langsung melet2 seakan2 sedang njilatin punggungnya sendiri, sambil kepalanya goyang kiri-kanan mirip Stevie Wonder kalo lagi konser. Kebiasaan lucu ini saya tangkep pake kamera Ixus dan saya kirim ke Cheezeburger Network yang akhirnya hari ini nongol juga di situs I Can Haz Cheezburger?

Dan akhirnya Mumuspun sekarang dikenal masyarakat Internet dunia, menyusul popularitas yang telah lebih dulu diraih Potsy dan Leon.

Etapi yang bikin saya bingung, kucing jelek gini kok ya ada aja yang bilang gorgeous, cute, beauty :))

17 tanggapan untuk “Mumus”

  1. Bisa dikenalkan pada kucing saya, Kucing Ganteng.
    Kalo kucing saya makanannya ikan layang (ga tau emang namanya itu kali).kalo ga ikan layang, ga mau makan. jadi mama ke pasar beli ikan layang sekilo cuman buat kucing, nyihihihi :D

  2. yang mirip mumus, cici ya? :D
    tapi cici sama sekali ga sepreman mumus. sejak puber pertama dikebiri, dan dia sekarang gemuk, ginak ginuk, bulunya lembut, kerjaannya tidur ama makan :P
    umurnya kira2 udah lima tahun ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s