Pesona Ubud dan Kemegahan Pelebon


Seumur2, saya baru dua kali ke Bali. Pertama, waktu acara gathering kantor lama. Yang ke dua waktu hanimun tahun lalu. Tapi seperti wisatawan domestik pada umumnya, tujuan saya waktu itu nggak jauh2 dari pantai dan tempat belanja.

Saya pingin ke Ubud. Beneran ini. Beberapa hari yang lalu istri saya sempat ngajakin ke sana. Udah sampai cari2 referensi agen perjalanan dan paket2nya segala, malahan.

Kenapa mesti ke sana?

Ubud, salah satu kecamatan di Kabupaten Gianyar ini, terkenal dengan suasananya yang sejuk dan eksotis. Hamparan sawah hijau, aktivitas seni dan budaya warganya sampai peninggalan2 bersejarah di sini tentu sangat menarik minat wisatawan, termasuk saya. Nggak berlebihan rasanya kalau Ubud disebut sebagai tempat peristirahatan yang tepat dari rutinitas kota yang menjemukan. Ya seperti Jakarta ini. Siapa yang nggak bosen kalau tiap hari mesti bertarung berebut jalan di tengah kemacetan?

Pada tau juga kan kalau Ubud dijadikan salah satu lokasi suting film terbaru saya Julia Roberts, “Eat, Pray, Love”? Filmnya sih belum nonton. Tapi rasanya kalau sudah nonton bakalan tertarik untuk membandingkan langsung pemandangan di film dengan aslinya. Sekaligus saya pingin merasakan sendiri Ubud yang katanya meraih gelar “Top City in Asia” dan “The Friendliest City” versi pembaca majalah “Conde Nast Traveller”.

Dan kalau saja saya ada di Ubud mulai awal minggu ini, pastinya saya nggak bakal ketinggalan melihat langsung prosesi Pelebon yang megah itu.

Eh, belum pada tau Pelebon?

Jadi ya, Pelebon adalah upacara pembakaran jenazah (Ngaben) yang khusus dilakukan untuk lingkungan keluarga kerajaan. Nah, tanggal 2 November kemarin adalah puncak acara Pelebon untuk Raja Puri Agung Peliatan IX, Ida Dewagung Peliatan. Almarhum meninggal tanggal 20 Agustus kemarin di usia 71 tahun.

Semegah apa? Anda tentu nggak akan menemukan upacara pembakaran jenazah seperti ini di tempat lain, yang tempat pengusung jenazahnya saja (atau yang disebut Bade) bertingkat 11, setinggi lebih dari 25 meter dan diusung ke tempat pembakaran oleh ratusan pria. Ada lagi Naga Banda (patung naga bersisik emas) dan patung lembu setinggi 5 meter yang juga ikut diarak beramai2.

Masyarakat Bali percaya bahwa pembakaran jenazah ini bertujuan untuk mengembalikan 5 unsur tubuh manusia (bumi, angin, api, air, eter) ke asalnya dan mengantar jiwa orang yang meninggal menuju kehidupan selanjutnya setelah kematian.

Upacara sebesar dan semegah ini memerlukan persiapan berbulan2. Prosesinya pun memakan waktu berhari2. Dimulai dari beberapa hari sebelum pembakaran di mana jiwa orang yang sudah meninggal tersebut dipanggil (disimbolkan dengan patung manusia) untuk dimandikan pihak keluarga. Lalu dilaksanakan upacara persembahan dan doa pada malam pembakaran untuk membebaskan jiwanya ke surga. Baru besoknya prosesi pembakaran dilakukan setelah matahari melewati titik puncaknya.

Saya mungkin nggak akan mendapati kemegahan momen Pelebon seperti ini saat nanti saya ke sana. Tapi saya masih tetap tertarik untuk menikmati keindahan alam, seni dan budaya Ubud. Dalam waktu dekat, Insya Allah.

Kalaupun karena satu dan lain hal saya masih belum juga bisa ke sana, yah, toh Indonesia ini luas. Banyak tempat wisata lainnya yang menunggu untuk dikunjungi :)

Foto-foto diambil dari http://www.indonesia.travel, situ resmi pariwisata Indonesia.

4 tanggapan untuk “Pesona Ubud dan Kemegahan Pelebon”

  1. saya sebenarnya selalu tidak pernah tertarik pergi ke Bali, karena dalam pemikiran bali itu rame bgt mengingat jadi tujuan wisata seluruh dunia. lebih prefer ke lombok sih, lebih sepi. Tapi Pelebon ini sepertinya menarik sekali… jadi malah kpengen… :D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s