Kejambretan!


Makin hari aksi penjahat makin nekat, saya percaya itu. Tapi siapa yang menyangka kalau istri saya juga bakal jadi korbannya? Tas berisi dompet dan HPnya raib dijambret di tengah jalan, saat sedang saya bonceng.

Kejadiannya Hari Minggu lalu sekitar pukul 8 malam. Setelah menjenguk adik ipar yang dirawat di Rumah Sakit Premier Jatinegara, kami pulang menuju Pejaten dengan mengendarai sepeda motor. Saat melewati flyover Kampung Melayu, mendadak ada sepeda motor lain yang mencoba mendahului dari sebelah kiri. Padahal saat itu motor saya juga sedang berada di sisi kiri jalan, lumayan dekat dengan pagar flyover.

Nggak menyangka ruang sesempit itu akan dilewati motor lain membuat kami lengah. Sedetik kemudian motor itu sudah berada tepat di sebelah kiri kami dan dengan cepat pria yang dibonceng merampas tas istri yang dia letakkan di pangkuannya. Dalam hitungan detik, tas sudah berpindah tangan dan pengendara motor sudah memacu motornya jauh di depan kami.

Sadar apa yang sedang terjadi, saya memacu motor sekencang mungkin sementara istri saya terus-menerus meneriaki kawanan penjambret. Tapi lalu lintas yang lumayan ramai malam itu membuat saya lebih konsentrasi pada kemudi ketimbang plat nomer pelaku. Dan apa boleh buat, Honda Supra X 125 memang bukan tandingan Yamaha RX King, favorit para jambret itu. Pengejaran kami sia2. Lagipula saya lebih menghawatirkan keselamatan kami berdua kalau tetap ngebut mengejar pelaku di jalanan yang ramai, malam hari pula.

Saya menepi di daerah Tebet dan berusaha menenangkan istri yang masih shock dengan kejadian barusan. Dompet dan HP Blackberry Bold yang ada di tas itu sudah positif lenyap. Nggak banyak yang bisa kami lakukan selain membuat laporan kehilangan ke kantor polisi untuk mengurus kartu identitas, kartu ATM dan SIM card yang hilang.

Dalam perjalanan ke Kantor Polsek Tebet, saya mendadak ingat pernah menyuruh istri untuk mengaktifkan layanan Google Latitude. Segera saya menepi lagi untuk membuka Google Latitude dari BB saya. Posisi terakhir terdeteksi di sekitar Hotel Harris Tebet, masih di sekitar situ juga. Lalu saya coba kirim BBM untuk mengetahui apakah BB tersebut masih aktif atau nggak. Benar saja, pesan itu terkirim dari tempat saya tapi nggak sampai di tujuan. Benar2 sudah nggak ada lagi yang bisa kami harapkan. Saya pun melanjutkan memacu motor ke arah Polsek Tebet.

Kelar membuat laporan kehilangan, kami pulang. Sialnya, kunci pagar dan pintu rumah juga ada di tas yang hilang itu. Alhasil untuk bisa masuk ke dalam rumah, saya harus membongkar jendela dan melepas teralis, dibantu para tetangga. Akhirnya setelah sekitar 2 jam berusaha, jam setengah satu malam saya bisa masuk ke dalam rumah melalui jendela, mengambil kunci cadangan dan membuka pintu dari dalam.

Gondok, sebel, nyesel, sedih, marah, campur aduk jadi satu. Tapi kami tetap masih harus bersyukur karena hal lebih buruk bisa saja terjadi saat itu. Misalnya, apa jadinya kalau tangan istri saya nyangkut di tas tersebut sementara si penjambret tancap gas? Bakal celaka, tentunya.

Kami cuma bisa belajar ikhlas sambil mengambil semua hikmah yang bisa kami ambil dari kejadian ini. Bahwa waspada itu perlu setiap saat, bahwa harta itu cuma numpang lewat, bahwa Tuhan bisa dengan mudah membalikkan keadaan seseorang.

Tapi nggak ada salahnya juga kalo saya, belajar dari kesalahan kami, membagi beberapa tips buat Anda.

  • Saya menduga kawanan penjambret ini sudah mengincar kami sejak dari Rumah Sakit. Karena beberapa kali istri saya mengeluarkan HP dan dompetnya dari dalam tas. Karena itu, jangan lengah saat Anda mengeluarkan benda berharga dari tas Anda. Perhatikan sekeliling dan amati tingkah mencurigakan orang2 di sekitar Anda.
  • Jangan bengong saat berkendara atau dibonceng. Sempatkan waktu untuk mengintip spion atau menoleh ke belakang dan memastikan nggak ada kendaraan di belakang/samping Anda yang gerak-geriknya mencurigakan seperti berusaha mendekati.
  • Sebaiknya gunakan tas ransel saat Anda berencana dibonceng, karena hampir nggak mungkin diambil paksa asalkan Anda pakai dengan benar.
  • Kalau toh Anda bernasib seperti saya, latih pikiran Anda dari sekarang untuk selalu memusatkan perhatian pada plat nomer kendaraan dan ciri2 pelaku. Percayalah, itu akan sangat membantu Anda!

Selain itu, hal2 berikut juga perlu Anda perhatikan.

  • Hindari memakai perhiasan atau membawa tas yang bisa mengundang niat jahat orang lain saat Anda berkendara, terlebih lagi kalau Anda wanita yang mengendarai sepeda motor. Itu hanya akan mebuat Anda jadi sasaran empuk penjahat. Isi tas Anda mungkin nggak seberapa. Tapi kalau penampilannya bikin Anda celaka, gondok nggak tuh?
  • Sebisa mungkin tahan keinginan Anda untuk update status, baca/kirim sms atau kegiatan utak-atik ponsel lainnya saat Anda sedang dibonceng. Sekali lagi, itu sasaran empuk buat penjambret. Orang2 yang menghubungi Anda pasti juga bisa menunggu. Jadi sabarlah sedikit daripada Anda menyesal.
  • Nggak hanya waktu berkendara, di tempat umum Anda juga harus tetap waspada. Keasikan dengan gadget bisa membuat Anda lengah dan jadi incaran penjahat. Harga gadget memang nggak seberapa, tapi beberapa orang bisa berbuat nekat untuk merampasnya dari Anda.
  • Kalau memungkinkan, lebih baik simpan barang2 penting Anda (seperti HP, dompet dan kunci) di kantong jaket atau celana. Pilihan terbaik menurut saya adalah jaket dengan kantong di dalam. Terbukti menyelamatkan HP dan dompet saya beberapa kali dari aksi pencopet.
  • Yang terakhir tapi nggak kalah penting, baik2lah sama tetangga dekat Anda. Karena saat Anda tertimpa musibah, bukan keluarga besar atau follower setia Anda yang akan membantu, tapi mereka, tetangga dekat Anda yang bahkan mungkin nggak gaul sama sekali. Wajar lah kalau tingkah tetangga kadang bikin sebel, tapi jangan jadikan itu sebagai alasan untuk membenci/menjauhi mereka. Minimal sapa mereka saat bertemu. Lebih baik lagi kalau Anda juga membantu mereka saat tertimpa musibah. Beneran deh, saya sendiri nggak kebayang gimana jadinya kalau malam itu para tetangga nggak ada yang bantuin.

Pengalaman berharga seperti ini seringkali harus kita bayar lumayan mahal. Karena itu tetaplah waspada supaya Anda bisa mencegah terjadinya hal2 yang nggak diinginkan.

Mau berbagi pengalaman serupa atau sekedar menambahkan tips2 di atas? Boleh lah dibagi di kolom komentar.

13 tanggapan untuk “Kejambretan!”

  1. turut berduka untuk barang2 yg dijambret. ikhlasin aja, ntar jg dapet ganti yg lebih bagus kok. amiin..

    makasih tipsnya, aku jg sering kepedean, merasa gak akan kenapa2 main gadget di tempat umum atau sambil jalan. harus lebih ati2 berarti yak..

    gum: kangen komen sampeyan di blog ini, mbok.
    iya, insyaallah sudah ikhlas. dan mudah2an jadi pelajaran buat semuanya.
    makasih ya, mbok :D

  2. sepakat dengan tips-tipsnya. berhubung saya pembonceng sejati dan pemakai setia kendaraan umum, maka tas ransel, celana panjang, dan tanpa perhiasan jadi andalan. *nggaya, padahal emoh ribet* :))

    gum: lha yg seperti itu malah aman kok :D

  3. Semoga lekas dapat pengganti yang jauh lebih baik ya Mas..

    Ternyata bukan cuma pengendara yang ga boleh nyetir sambil mainan gadget, penumpangnya pun sebisa mungkin jangan.

    *nyatet*

    gum: betul2. pengendara maupun yg dibonceng mesti ati2. dirimu ati2 juga ya

  4. Kali lain lebih hati2, mas gum dan mbak kei. Semoga barang yang ilang diganti dengan rejeki berlipat ganda. Dan semoga para penjambret itu insap dan mendapatkan hidayah.

    gum: iya ki. mudah2an lain kali lebih waspada. pelajaran kali ini berharga banget. makasih ya

  5. jadi takut… aku suka sepedaan malem2… dan lebih suka nyari jalan besar daripada masuk gang2 kecil… takut kalo ada apa2 gak bisa minta tolong siapa2 :|

    semoga mba Kei lekas dapet pengganti yang lebih baik lagi yaaa…

    *kangen BBM-an sama mba Kei*

    gum: yah, asal waspada, nggak terlihat berlebihan dan nggak lupa berdoa aja sih mudah2an nggak kenapa2 dit. emakasih doanya ya :D

  6. Semoga dapat ganti rejeki yang lebih banyak, mas.. dan semoga duit dan HP tsb bisa bermanfaat bagi si pencuri, mengantarkannya ke jalan pertobatan :)

    thanks tipsnya, mas gum

    gum: sama2, mbak. makasih juga doanya :)

  7. Tambah serem ya di Ibukota :-D

    gum: yeawell, kejadian seperti itu nggak cuma bisa terjadi di ibukota. yang penting tetap waspada dan nggak berlebihan di manapun kita berada.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s