Mononymous Itu Tidak Haram


Mononym[1][2] (entah apa padanannya dalam Bahasa Indonesia) adalah bentuk nama orang yang hanya terdiri dari satu kata. Meskipun nggak seumum polynymous, orang2 mononymous juga nggak jarang. Bahkan banyak orang penting, seperti pemimpin negara, yang mononymous. Nggak usah jauh2 deh. Dua presiden pertama kita juga mononymous: Sukarno dan Suharto.

Tapi walaupun orang2 mononymous itu nggak sedikit, herannya form isian data diri di ranah maya nggak banyak yang mengakomodasi mononym. Sampai sekarang, yang saya tahu baru Google.

Ceritanya, sesaat setelah account Google+ saya di-suspend oleh Google (curhat dikit), saya dibawa ke sebuah halaman yang digunakan untuk verifikasi nama asli. Di situ saya menemukan link ke halaman yang memuat kebijakan Google tentang penggunaan nama oleh user. Sayang saya nggak menyimpan linknya. Yang saya ingat, salah satu poinnya adalah, meskipun form isian nama ada dua kolom (firstname dan lastname), orang2 mononymous tetap bisa menggunakan nama aslinya yang memang hanya satu kata. Yah, walaupun harus dengan menyertakan bukti seperti foto kartu identitas yang menampilkan foto dan nama kita.

Intinya, meskipun mononymous di ranah maya itu sama sekali bukan barang haram, beberapa situs besar (seperti Facebook) tetap tidak memperbolehkan penggunaan mononym. Akibatnya sebagian user harus memaksakan diri mengulang namanya, atau menggunakan nama orang tua, atau nama samaran di kolom lastname.

Yang bikin saya heran, sebuah situs web hosting Indonesia juga mengharuskan pengisian kolom lastname. Padahal seperti yang kita tahu, Indonesia tempatnya orang2 mononymous. Termasuk saya.

Maka jadilah, karena dipaksa menggunakan nama belakang, sementara saya memang nggak punya, ya seperti ini email yang biasa saya terima dari penyedia jasa hosting itu.

[1] http://en.wiktionary.org/wiki/mononym
[2] http://en.wikipedia.org/wiki/Mononymous_person

9 tanggapan untuk “Mononymous Itu Tidak Haram”

  1. Makanya kamu bikin first name – last name dong..
    Misalnya Stephen Ambariyanto, gitu. Lak keren..
    Agih… :))

    Jadi inget temennya si hubby, nama aslinya Ngadiyono, sama bule yang kerja di kantor dikasih first name: George. Jadilah sekarang George Ngadiyono :)))

      1. Beneran. Awalnya dia lupa nama si Ngadiyono ini. Trus ketimbang susah, pas dia butuh Ngadiyono pula.. Trus bilang, pas di depan si hubby:

        “Hei, you.. what’s your name? Yes, you George! Come here…”

        Langsung sak kantor ngakak. Itu facebook-nya yang bikin suamiku, dan dikasih nama George Ngadiyono juga :))

  2. Setuju dengan komen di atas. Itu juga kalau nama pendek itu nggak keburu diambil sama orang lain :mrgreen:

    Memang susah itu banyakan situs-situs di dunia online, dan lebih rusak lagi situs made in dewek, soal mononim ini. Belum lagi pertanyaan sepele seperti: siapa nama gadis anda?
    Memang di Indonesia ada mengenal “nama gadis” ya? :lol:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s