Keep Blogging, or Not..


Tempo hari waktu saya meng-update status facebook tentang playlist yang sedang saya dengerin, Jensen memberikan tautan ke sebuah postingan lama di blognya. Isinya cuma screenshot playlist Winamp miliknya saat itu dengan sedikit deskripsi. Itu saja? Ya, itu saja.

Lalu saya tersadar. Dulu, sebelum jejaring sosial marak seperti sekarang, blog masih jadi media utama untuk berbagi di dunia maya. Sependek apapun isinya.

Iseng saya buka2 arsip tulisan saya antara 2007-2008 dan menemukan banyak juga postingan pendek seperti itu. Isinya kadang cuma sebuah foto dengan sedikit deskripsi atau cerita yang hanya satu-dua paragraf.

Sekarang saya lebih cenderung memilih untuk mempostingnya di jejaring sosial macam twitter dan facebook.

Sedang mendengarkan apa saat ini? Cukup tulis judul lagu dan penyanyinya ditambah dengan tagar #np, #nowplaying atau semacamnya. Baru saja menemukan objek foto yang menarik? Tinggal jepret menggunakan ponsel pintar dan dengan bantuan berbagai macam aplikasi dapat langsung diunggah ke twitter atau facebook.

Ide cerita dan curhatanpun nggak luput mampir di jejaring sosial sebelum akhirnya (kalau nggak lupa atau malas) nongol di blog.

Makin lama, jejaring sosial makin jadi alasan saya untuk nggak ngeblog. Ini membuat saya salut sama rekan2 blogger yang tetap aktif ngeblog tanpa terpengaruh kehadiran situs jejaring sosial. Mereka bahkan tetap bisa aktif di keduanya. Ngeblog sekaligus berjejaring sosial.

Anda salah satu blogger yang masih konsisten ngeblog? Bolehlah berbagi tips di kolom komentar :)

11 tanggapan untuk “Keep Blogging, or Not..”

  1. Saya, syukur sekali, semakin ke sini malah semakin rajin ngeblog. Dulu tahun 2007 akhir hingga 2009 saya jarang posting. Mulai 2009 akhir dan 2010 saya mulai rajin posting. :) Entah kenapa saat itu banyak sekali ide posting-an. Saya mulai peka dengan segala sesuatu yang ada di sekitar saya. Saya yakin, tak ada yang namanya “gak ada ide nulis”. Semua hal kecil di sekitar kita bisa jadi bahan nulis. Tinggal kitanya aja yang peka dan mau apa nggak untuk menuangkannya dalam ide tulisan. :)

  2. saya masih ngeblog, tapi update tergantung suasana hati:D
    entah sudah berapa draft yang belum dipublish.
    Katanya sih, sediakan waktu 1 jam sehari buat nulis, Insya Allah konsisten.

  3. Iya, dulu itu blog berfungsi sebagai socmed. Cuma postingan sederhana saja orang bisa ngobrol2 macam2 di komentarnya. :)

    Saya masih nulis, tapi selalu cuma sampai draft. Saat belum selesai disimpan, lalu keesokan harinya sudah bingung nyari mood tuk melanjutkan. :lol:

    btw, itu bukan skrinsyut Winamp, tapi KMPlayer. Mirip sih.. :P

    1. oh gitu ya? sepintas mirip skin winamp modern :D

      btw, baguslah kalau setidaknya masih mampir di draft. aku bahkan cuma berhenti di notes yang bertebaran di mana2, email (ke diri sendiri), file text di desktop, atau aplikasi note di ponsel.

      setiap ada ide, langsung tulis di note, “bahan postingan: tulis tentang bla bla bla”. tapi ya itu tadi. cuma berakhir di situ :))

  4. Jadi… macam mana caranya kita mengembalikan blog sebagai sarana socmed dahulu kala? :P

    Hehehe… Benarnya kalau diperhatikan memang dulu itu blog jadi semacam socmed juga. Bahkan dengan fitur “Comments I’ve Made” di dashboard wordpress kini pun, itu bisa dibilang sejenis mensyen-mensyenan di twitter juga. Tapi ya itu… susah buat menghindar dari femomena microblogging kayak Twitter dan Facebook :D

    1. agak susah sih kalo mau dipaksain balik socmed2an lewat kolom komen lagi. kita udah terlanjur keenakan reply2an dan dapat notifikasi mention lewat aplikasi2 socmed di ponsel. bandingin sama komen blog yang kita mesti nunggu dapet email notifikasi dulu.

      ya yang penting berusaha menghidupkan lagi interaksi di kolom komentar aja. pe-er bener nih rasanya. soalnya saya sendiri bukan orang yang rajin balesin komen :))

  5. Ya susah memang. Bahkan aku sendiri tahu postingan ini karena oknum bernama Jensen di atas sana yang membagikan postingan ini di fesbuknya :))

    Micro-blogging yang “dicatut” oleh aplikasi-aplikasi socmed memang pembunuh. Bahkan sebenarnya sebelum menjadi unggulan di ponsel, sejak munculnya facebook pun transmigrasi dari blog ke facebook sudah mulai nampak, meski masih sama-sama buka situsnya di pc/laptop dan bukannya di ponsel.

    Sekarang itu yang paling hidup untuk berinteraksi di kolom komentar cuma beberapa topik saja: termasuk togel dan bokep :lol:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s