Kami Ingin Jakarta Aman!


Komentar “balik aja ke kampung” atau “siapa suruh datang ke Jakarta” saat kita mengeluhkan rasa aman tinggal di kota ini menurut saya sangat dangkal dan kekanak-kanakan. Menurut saya sih.

“Lho, balik ke kampung kan solusi biar nggak kena macet, biar nggak jadi korban kejahatan di Jakarta”.

Really? Gimana dengan mereka yang hanya bisa dapat kerjaan di Jakarta? Gimana dengan orang2 yang, dengan alasan apapun, nggak (atau belum) memungkinkan untuk hidup dan mencari nafkah di kota lain? Pernah kepikir nggak sih bahwa sebagian orang mungkin nggak punya pilihan lain selain tinggal dan cari makan di sini?

Pemerintah dan aparat keamananlah yang harusnya proaktif memberi rasa aman, bukan justru warganya yang harus kabur cari aman di tempat lain.

Sebagian dari Anda mungkin sudah baca tulisan lama saya tentang istri yang kejambretan tahun lalu, atau tulisan tentang betapa menakutkannya hidup di Jakarta, atau pengalaman Mas Mulyono yang ditodong di Jalan Sudirman beberapa hari lalu.

Jakarta memang nggak aman, kejahatan seolah selalu ada dan mengintai tepat di bawah hidung kita bahkan tanpa kita sadari setiap hari.

Kejadian yang menimpa Mas Mulyono hingga dia menulis surat terbuka kepada Fauzi Bowo itu terjadi dan ramai dibicarakan di twitter hanya beberapa hari yang lalu. Dan hari ini muncul lagi kabar dari teman saya tentang tamu di kantornya, seorang expat, yang dirampok di sebuah jembatan penyebrangan di kawasan Sudirman.

“Disuruh balik ke kampung nggak mau, tinggal di Jakarta ngeluh melulu. Maunya apa sih?”

Seperti yang saya tulis di atas, jelas yang warga Jakarta inginkan adalah usaha yang lebih dari pemerintah dan aparat untuk mewujudkan rasa aman bagi warganya. Saya percaya mereka bukannya nggak melakukan apa2. Sudah, tapi nggak cukup.

Di Malang, Polresnya berinovasi dengan teknologi untuk memantau, mengantisipasi dan menekan tindak kejahatan sekaligus mengawasi kinerja anggotanya. Dengan wilayah yang lebih luas, kepadatan penduduk yang lebih tinggi dan tingkat kejahatan yang menghawatirkan, Jakarta harusnya punya usaha lebih dari itu.

Tapi apa yang kita lihat? Sedemikian terbuka luasnya kesempatan bagi siapapun untuk melakukan tindak kejahatan di Jakarta.

Berbenahlah, Jakarta. Jangan hanya mempercantik wajah, tapi sadari juga borok di sekujur tubuhmu.

Dewasalah. Usiamu sungguh sudah sangat tidak muda lagi.

Tulisan menyambut ulang tahun Kota Jakarta ke-485 besok.
Ada yang mau bantu buatin banner “Kami Ingin Jakarta Aman!”?

7 tanggapan untuk “Kami Ingin Jakarta Aman!”

  1. Kalau lapangan kerja lebih banyak dan merata, orang2 nggak perlu berbuat jahat untuk cari makan. Atau kalau lapangan kerja di luar Jakarta lebih banyak dan merata, orang-orang nggak perlu pergi ke Jakarta untuk cari makan. Ya kan?

  2. jakarta: dibenci sekaligus dicintai. jangan salahkan jakarta, tapi kenapa pembangunan tidak merata. sebentar, “pembangunan” yang mana? menurut kacamata siapa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s