Tentang Memberi


Sejak hari pertama jalan kaki ke kantor, saya selalu melawati persimpangan di mana seorang bapak tua yang berpakaian lusuh memberi jasa mengatur lalu lintas kendaraan di persimpangan tersebut dengan imbalan sekedarnya.

Tadi pagi saat saya bertemu lagi dengannya, saya teringat masih menyimpan beberapa keping uang logam lima ratus dan seribuan di kantong celana, hasil kembalian dari minimarket saat membeli makanan ringan dalam perjalanan berangkat.

Saya dekati dan saya jabat telapak tangannya yang kasar dan keriput sambil memasukkan kepingan2 logam tadi ke dalam genggamannya. Senyum lebar bahagia mendadak muncul dari wajahnya yang tua dan kusam. Senyum tulus yang membuat hati saya luluh, betapa kepingan uang logam yang bagi saya bahkan nggak cukup untuk jajan, bisa memberi kebahagiaan sebesar itu untuknya.

Bahagia itu memang sederhana ya. Sesederhana menerima pemberian sekecil apapun, sesederhana melihat senyum bahagia dari orang yang kita beri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s