A4lby00CYAIQeNH

Pecel Pincuk Kalibata


Masih ingat postingan saya tentang pecel di sini? Nggak jauh dari tempat itu, masih di sekitar Kalibata, ternyata ada satu lagi tempat di mana Anda bisa mendapatkan nasi pecel. Kali ini lebih mewah dan istimewa dari Pecel Ayu yang ada di pinggir jalan dekat kampus STEKPI Kalibata itu.

Nama kedainya “Pecel Pincuk”. Pincuk, dari bahasa Jawa, artinya alas makan dari daun (umumnya daun pisang). Sesuai namanya, di tempat ini pecel dihidangkan di atas selembar daun pisang yang diletakkan di atas piring rotan. Penyajiannya nggak jauh beda dari Pecel Ayu.

Yang beda, di sini lauknya komplit. Saat memesan sepiring nasi pecel, akan dihidangkan pula sepiring penuh “sandingan” atau lauk beraneka ragam. Anda tinggal pilih mau yang mana, hitung2an belakangan. Ada telor bebek, peyek udang, tempe-tahu bacem, dadar jagung, rempelo ati (ati ampela), dendeng, dan mendol.

Yang terakhir ini baru kali ini saya jumpai setelah kurang lebih 4 tahun tinggal di Jakarta. Selama ini saya hanya menjumpai mendol di Jawa Timur, khususnya Malang dan sekitarnya. Mendol terbuat dari tempe yang dihancurkan dan dibentuk lonjong lalu dimasak dengan cara digoreng. Meskipun mendol di Pecel Pincuk ini belum bisa menandingi buatan Ibu saya, bisa menemukannya di Jakarta saja sudah istimewa.

Saya kalap. Sepiring nasi pecel habis tak bersisa. Bermacam sandingan juga habis saya lahap. Dengan konfigurasi sepiring nasi pecel, sepotong bakwan jagung, mendol, dendeng, rempelo ati, serta segelas teh manis, total kerusakan yang harus saya bayar adalah 29ribu rupiah.

Agak mahal, persis seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, bahwa menu tradisional yang dijual di Jakarta itu harganya overrated. Tapi khusus untuk Pecel Pincuk ini saya maafkan karena: 1) rasa dan porsinya lumayan, 2) lauknya komplit, 3) saya kelaperan berat.

Tertarik mencoba juga? Silakan meluncur ke deretan warung di seberang Taman Makam Pahlawan Kalibata. Di deretan paling ujung sebelah Timur, Anda nggak akan kesulitan menemukan kedai pecel dengan tulisan “Pecel Pincuk” ini.

Update 10 Oktober 2010:

Terjawab sudah pertanyaan Rere di sini. Hari ini saya mampir lagi ke sana untuk membeli nasi pecelnya saja. Dengan lauk sebutir (atau sebuah ya?) dadar jagung, harganya 10ribu. Jadi asumsi saya harga nasi pecelnya saja 8 atau 9ribu. Atau juga tetap 10ribu itu, kalau ternyata dadar jagungnya dianggap bonus.

Jadi apa yang tempo hari bikin mahal ya? :D

22 tanggapan untuk “Pecel Pincuk Kalibata”

  1. yaaa ampun, itu yg dipiring mau di makan semua? bukannya faktor LAPAR yang nomer 1 nih? :p

    ah deket rumah nenek, kok selama ini gak ngeh ya. aku belum pernah coba mendol itu deh.
    traktir aku mas gum! traktir aku!

  2. 29ribu?? sini mas, ke semarang!! =)) kemaren aku makan pecel mbok sador di simpang lima, berdua, habisnya 33ribu doang udah sama minum. lauknya ayam, bantal, ati-ampela, tahu-tempe. kenyaaaanggg

  3. aakkk, mahal memang untuk pecel ya.
    tapi ya gimana lagi kalo kepingin..
    mas mas, pecelnya aja gak pake nasi berapaan? :D

    *ingin makan lontong sayur medan kok puluhan ribu…

  4. Sebagai penggemar pecel, saya menobatkan pecel pincuk Kalibata ini sbg pecel terenak nomor 2 di Jakarta. Yang terenak nomor 1 ada di Gebruk, di prapatan Pondok Pinang :)

      1. ah, di Prapatan Pondok Pinang sebelah mananya, Mbak? deket sama soto betawi yang tersohor itu?

        aku sih segala jenis makanan yang ada sayurannya suka. hahaha. pengen nyoba. 29ribu harga pecel+16rb PP Commuterline+5rb angkot = lumayan banyak. #merki

  5. mendol pun juga kalo saya kangen juga bikin sendiri :lol: walau rasanya kadang jauh dari yang sebenarnya hahaha

    eh iya ngomong2 pecel sudah coba pecel di foodcourt plangi? seporsi polos tanpa lauk 7000 rupiah. untuk ukuran mol pecel ini tergolong murah. bahkan makanan termurah di foodcourt ini. jadinya kalo malam pasti selalu kehabisan (atau sayurnya tinggal sisa, tidak lengkap lagi). kalo tambah lauk nah harga bervariasi. daftar harga juga terpampang jelas kok.

  6. Hi,mas Gum…wah…semalam lagi ngebayangi mendol.setelah 9 tahun di jakarta ga pernah nemuin mendol.pas lagi kepengin..koq br tau ada di kalibata.di deket kerjaan dulu…
    wah…mesti berburu nih…
    nice..info…makasih mas Gum…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s