IMG_20151010_114358

#BikinSendiri Cold Brew Coffee


Beberapa waktu lalu saya mencoba membuat cold brew coffee sendiri dan sempat berjanji kepada beberapa teman di Facebook untuk membagikan pengalaman saya. Maka inilah hasilnya.

Disclaimer

Saya bukan ahli kopi, hanya sekadar penikmat kopi yang belakangan ini mulai tertarik mempelajari beberapa teknik meracik kopi sendiri. Semua yang saya tulis di sini adalah hasil pengalaman pribadi berdasarkan referensi dari seorang teman yang memang pebisnis kopi dan beberapa video di YouTube (link video ada di akhir postingan).

Cold What?

Cold brew adalah teknik meracik kopi dengan merendamnya di air dingin dalam jangka waktu yang cukup lama, sekitar 12 hingga 24 jam. Proses ekstraksi perlahan menggunakan air dingin ini menghasilkan kopi dengan karakteristik berbeda. Biasanya muncul rasa manis karena menurunnya rasa asam yang umumnya dijumpai pada kopi yang diracik menggunakan air panas.

Tergantung rasio kopi-air yang digunakan, metode cold brew ini bisa menghasilkan kopi yang siap dinikmati, atau biang kopi yang masih harus dicampur air atau susu dulu.

Cold brew berbeda dengan es kopi, yang sejatinya adalah kopi yang diracik dengan air panas yang kemudian didinginkan.

Alat dan Bahan

Alat dan bahan cold brew coffee
Alat dan bahan cold brew coffee. Searah jarum jam: coffee filter, biji kopi, penggiling kopi manual, gelas, saringan teh, sendok kopi, timbangan digital.

Di dua percobaan, saya menggunakan biji kopi Dolok Tebingtinggi yang saya beli dari seorang teman pemilik Red Cherry Blossom, sebuah roastery di daerah Cipete, Jakarta Selatan. Sangat disarankan menggunakan kopi yang digiling kasar untuk menghindari rasa pahit akibat ekstraksi berlebihan.

Ada beberapa pilihan alat yang memang didesain untuk membuat cold brew coffee dan tersedia di berbagai toko online. Tentu harganya mahal. Karena itu saya memutuskan untuk membuatnya secara manual.

Peralatan yang saya gunakan adalah:

Timbangan Digital

Ini mutlak dimiliki untuk mendapatkan hasil yang konsisten setiap kali meracik kopi. Di ACE Hardware, timbangan seperti milik saya harganya nggak sampai 100 ribu dan sudah cukup memadai untuk kebutuhan pribadi.

Penggiling Kopi (opsional)

Nggak ada yang salah dengan membeli kopi bubuk. Tapi dengan menggiling kopi sendiri secara manual, saya bisa mendapatkan bubuk kopi yang aroma dan citarasanya lebih segar dengan tingkat kekasaran yang saya inginkan, meskipun capek. No pain no gain, kan? Tentu saja prosesnya akan lebih cepat dan nggak melelahkan kalau saya menggunakan pengiling bertenaga listrik.

Saringan teh

Ini digunakan dalam proses penyaringan tahap pertama untuk memisahkan ampas kopi yang kasar sebelum akhirnya disaring lagi untuk mendapatkan hasil yang lebih bersih.

Saringan kopi

Kebetulan saya punya Hario V60 Dripper yang saya gunakan sehari2, jadi sekalian saja kertas filternya saya pakai. Nggak punya V60 dripper? Nggak masalah. Paper filter dijual terpisah kok. Pilihannya pun banyak.

Rasio Kopi dan Air

coffee-water

Rumus yang umum dipakai dalam membuat kopi, apapun metodenya, adalah 1:15. Artinya, untuk membuat satu cangkir kopi 150 ml, dibutuhkan 10 gr kopi. Ini bukan rumus mutlak, melainkan lebih sebagai panduan yang secara umum dapat diterima oleh sebagian besar orang. Selanjutnya rasio ini bisa dimodifikasi sesuai selera, tergantung hasil yang diinginkan.

Di percobaan pertama saya menggunakan rasio 1:15 dan hasilnya adalah cold brew coffee yang siap dinikmati tanpa perlu dicampur apapun. Sementara di percobaan berikutnya saya mencoba membuatnya lebih pekat dengan rasio 1:4,7. Yang ini baru bisa benar2 dinikmati setelah saya campur air atau susu.

Rasio di percobaan terakhir berdasarkan pada video ini yang menggunakan 1 pound kopi dan 9 cups air. Jika dihitung, 1 pound itu setara dengan 453 gr dan 9 cups air setara dengan 2129.29 ml. Rasionya kira2 1:4,7.

Jika rasio yang diinginkan sudah ditetapkan, tinggal menentukan jumlah air dan kopi yang dibutuhkan. Pada rasio 1:4,7, untuk 300 ml air saya membutuhkan sekitar 64 gr kopi (sayangnya biji kopi saya tinggal 62 gr).

Proses Penggilingan

grinding

Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, saya memilih menggiling kopi sendiri agar hasilnya lebih segar dan tingkat kekasaran bubuk kopinya sesuai dengan yang saya inginkan. Dalam hal ini, saya menginginkan hasil gilingan yang kasar untuk menghindari rasa pahit akibat ekstraksi berlebihan.

Proses Pembuatan

pembuatan

Campurkan air dingin dengan kopi. Benar2 sesimpel itu. Selanjutnya beri penutup dan tinggal menunggu selama 12-24 jam.

Penyimpanan

penyimpanan

Selama proses ekstraksi, cold brew bisa disimpan di dalam lemari es atau pada suhu ruangan. Satu hal yang perlu diingat bahwa pada suhu dingin proses ekstraksi berjalan lebih lambat. Pedomannya, 12 jam di suhu ruangan, atau 24 jam di dalam lemari pendingin.

Peyaringan

penyaringan

Untuk menghasilkan cold brew coffee yang bersih dan halus, dibutuhkan dua tahap penyaringan. Tahap pertama adalah menyaring ampas kasarnya menggunakan saringan teh. Tahap selanjutnya, menyaring partikel2 yang lebih halus menggunakan paper filter. Penyaringan di tahap terakhir ini biasanya makan waktu lebih lama.

Yang perlu diperhatikan, jangan memeras ampas kopi pada tahap penyaringan pertama karena ampasnya akan mengeluarkan rasa pahit. Biarkan saja dia menetes dengan sendirinya.

Karena ampas kopi masih menyimpan air, maka jangan kaget kalau hasil akhirnya nanti jauh lebih sedikit dari jumlah air yang digunakan di awal. Sebagai ilustrasi, hasil yang saya dapatkan pada rasio 1:4,7 hanya sekitar 60% dari jumlah air yang saya gunakan.

Penyajian

cold-brew

Setelah melewati dua tahap penyaringan tadi, cold brew coffee siap disajikan untuk langsung dinikmati atau dicampur dulu dengan air atau susu.

Karena pross pembuatannya memakan waktu lama, biasanya nggak saya habiskan sekaligus. Melainkan saya nikmati sedikit2, sementara sisanya saya simpan. Lagipula cold brew coffee yang sudah disaring bisa bertahan hingga dua minggu di dalam lemai es.

Final Thoughts

Membuat cold brew coffee sendiri sama sekali bukan hal sulit, terlebih dengan banyaknya referensi yang bisa ditemukan di internet. Yang biasanya membuat orang malas membuatnya adalah lamanya proses ekstraksi yang dibutuhkan dan kurangnya peralatan yang dimiliki. Tapi percaya lah. Sekali sukses membuatnya, akan tertarik untuk bereksperimen lagi. Setidaknya memenuhi rasa penasaran terhadap berbagai rasio kopi-air dan durasi penyimpanan.

Jangan lupa untuk menikmati siraman cold brew di siang hari, saat cuaca sedang terik2nya, supaya lebih khusyuk dan syahdu.

Referensi

DIY Cold-Brew Coffee – Kitchen Conundrums with Thomas Joseph
How to make Cold Brew Coffee | Mike Cooper
How to Cold Brew Coffee | Eat the Trend

9 tanggapan untuk “#BikinSendiri Cold Brew Coffee”

  1. Saya penasaran dengan kandungan kafein yang dihasilkan dengan proses perendaman berjam-jam ini, mungkin jauh lebih tinggi daripada secangkir espresso atau kopi tubruk ya.

    Dari dulu pengen mencari tahu tapi ngga tahu metode apa yang bisa digunakan untuk mengukur kadar kafein dalam secangkir kopi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s