Vivace

Pagi ini saya dapat kiriman email dari teman, vokalis FARBIG BAND, salah satu band lokal di Malang yang beraliran Jazz.Kabarnya, bulan Mei ini di Malang akan ada Soft Opening tempat nongkrong dan karaoke buat para penikmat Jazz. Namanya VIVACE Karaoke n Cafe, di Komplek Ruko Taman Niaga Sukarno Hatta.

Seperti yang pernah saya singgung di blog pertama saya dulu (hiks… I miss my first blog), di Malang susah sekali menemukan tempat nongkrong buat para Jazzer. Dulu saya sempat beberapa kali nongkrong di sebuah cafe dekat kantor yang tiap Jum’at malam menggelar life music Jazz. Tapi tempat itu sudah lama sekali tutup.

Akhirnya saya hanya mengandalkan event-event jazz yang itupun jarang sekali digelar. Terakhir yang sempat saya ikuti adalah Malang Jazz Regeneration 2006 yang disponsori oleh Dji Sam Soe. Sayang sekali event seperti ini tidak mendapat sambutan yang seharusnya dari pecinta Jazz di Malang.

Mudah-mudahan tempat baru yang disebutkan teman saya ini benar-benar bisa memuaskan pecinta Jazz seperti saya, hopefully. Sukur-sukur kalau mereka juga secara rutin menggelar live music Jazz. Kita tunggu saja ya :)

Iklan

Death Note

Imagine that you posses a power which allows you to elimnate people only by writing their names on a piece of paper. What kind of people that you woud eliminate? What will happened if this such power possesed by a guy who thinks himself as God and kills criminals to create a “better world”?

Itu adalah inti certa dari “Death Note”, sebuah serial anime cerdas yang sedang saya ikuti.

Yagami Light, seorang pelajar nomer satu di Jepang ditakdirkan menguasai sebuah buku kematian yang dijaga oleh seorang Shinigami (Dewa Kematian) bernama Ryuk.

Dengan kekuatan ini dia membunuh siapapun yang dia anggap tidak pantas hidup di muka bumi. Kebanyakan dari mereka adalah orang2 bermasalah seperti para pelaku kriminal. Sepak terjangnya membuat dia dikenal masyarakat luas sebagai “Kira” (ejaan Jepang untuk “Killer”).

Kepolisian Jepang, bekerja sama dengan Interpol, berusaha mengungkap berbagai kasus kematian yang tidak wajar ini. Namun mendapati jalan buntu, mereka akhrnya memulai kerjasama dengan seorang jenius berinisial “L”.

Berkat kejeniusan L, posisi Kira yang bekerja sendiri menjadi semakin terjepit. Terlebih lagi, kapten kepolisian Jepang yang menangani kasus ini tidak lain adalah ayahnya sendiri. Identitas Light sebagai Kira mulai tercium oleh L.

Namun penyelidikan L dan kepolisian Jepang menjadi semakin kompleks karena munculnya Kira Kedua, seseorang dengan Death Note dan Shingami yang berbeda.

Bagaimana cara kerja Death Note? Bagaimana L dan Kepolisian Jepang mengungkap identitas asli kedua Kira sekaligus menghentikan aksi pemunuhan berantai mereka? Saya sarankan anda nonton sendiri :p

Karena ending tiap episode serial ini yang selalu membuat penasaran, saya “terpaksa” begadang semalam suntuk untuk melahap habis 18 episode yang barus saja saya kopi ke notebook saya (umm.. did I say ‘notebook’? ^^; ).

Dan konsekuensinya, hari libur saya sepertinya hanya akan saya isi dengan tidur. Berbagai rencana yang akan saya lakukan terancam batal. Beberapa tugas juga mungkn tidak akan bisa saya selesaikan.

So, Penyu… You really have to pay for this!
And you’re going to pay for it with the rest of Death Note episodes….