Anuan Jakarta

Sore tadi Simbok tiba2 sms saya, ngajak ketemuan di Plaza Semanggi bareng Goenrock dan yang lainnya. Kesempatan, pikir saya, untuk bisa ketemuan sama KoJakers.

Baru bisa berangkat jam 7 malam karena nyonya udah keburu pulang waktu saya sms soal ini. Kalau bisa ngasih tau lebih awal, mungkin tadi saya bisa sekalian jemput nyonya sebelum ke Plaza Semanggi.

O iya, perlu dicatat, yang kami lakukan tadi bukan kopdar, tapi anuan. Karena saru tampaknya untuk mengucapkan ‘that K word’ :))

anuan

Jadi inilah peserta anuan tadi (kiri-kanan): Omith, Simbok Venus and Precils, Oki, Suprie, Nyonya, Saya, Goen, Chic (Joey ikutan dateng, tapi pas sedang nggak di situ), Epat.

img_5258_resize_resize

Dan dengan beranuannya kami dengan para KoJakers itu, lengkap sudah persyaratan untuk diterima jadi member milis KoJak. Goen langsung meng-invite saya dan nyonya saat itu juga.

It’s fun to have some new friends, online or offline. Makasih semuanya. Terutama Simbok yang rela bertaksi ria dari/ke lokasi, dan Goen yang udah invite saya dan nyonya ke milis.

Today, A Month Ago…

Hari ini adalah tepat sebulan semenjak saya memutuskan untuk membagi hidup saya dengan dia. Sebuah keputusan terbesar hingga saat ini bagi saya dan, tentu saja, dia.

Mulai saat itu, Tanggal 1 November adalah hari yang sakral bagi kami.

Ini bukan sebuah perayaan, karena memang masih terlalu dini untuk itu. Hanya sekedar ucapan syukur, karena bersyukur seharusnya memang dilakukan setiap saat.

Sekaligus pamer foto, tentunya :p

_mg_3964_res

update :

Skrinsut lainnya bisa dilihat di sini

Next Step

There is always a moment when we step to the next level of our lives.

When we do, we left part of ourselves behind. While at the same time, we get something new to go on.

That’s what’s gonna happen to me this very day. The last day of being a single man, and the first day of becoming a husband.

..the day when the halves finally become one.

Insanity

When you’re in need of someone so bad, you realize that it turns you insane. Nothing seems to be right for you. Everything becomes so suck.

Then this lonely feeling starts to drag you away from your real world. Keeping you in a dark dungeon.

In this state, you’ll take anything — even if it’s a lie — just to make you feel that you’re not left behind.

So, lie to me. Tell me that you miss me too.

—-

update august 12nd :
she misses me.. and that’s not a lie :)

Uncaptured Moments, at a Glance

Ya2, memang kebiasaan buruk saya meninggalkan blog begitu saja setelah satu-dua postingan, sampai dua kali disentil seperti ini. Abis mau gimana lagi? Karena satu dan lain hal, banyak momen yang terlewat dan nggak terukir di sini. RSS Reader juga udah lama nggak saya buka.

Jadi ceritanya sekarang saya mau nge-rapel momen2 beberapa minggu kemarin.

Gum Goes to Jakarta (GGTJ *halah*)

Pertengahan bulan kemarin saya ke Jakarta buat ketemuan sama Intan, setelah sekian bulan hanya bisa bertukar suara lewat esia yg bermasalah itu. Kebetulan tanggal 11 kemarin adalah hari terakhirnya di kantor lama. Jadi sekalian nemenin dia perpisahan, gitu.

Yang sempat bikin sebel, saya dimanfaatin sama kantor untuk sekalian meeting di Jakarta. Mumpung saya di sana, katanya. Tapi terbayar, kok. Tiket pesawat Jakarta-Malang ditanggung kantor *besok2 lagi ya boss*.

Tapi perjalanan dengan pesawat kali ini sudah nggak bikin saya deg2an lagi. Soalnya saya sekarang lebih trauma naik taksi burung biru. Gimana nggak? Di jalan tol keluar dari bandara, supirnya ketiduran!! Asli ini!! Tidur yang merem gitu. Sampe hampir nabrak sedan Lexus kinyis-kinyis di depan.

Buat yg kebetulan naik taksi ini dengan nomer lambung EB 1773, titip salam buat supirnya ya :D

Mas Goen, ternyata kita kaum senasib yang cuma beda tampang ya. Masih kerenan saya gitu maksudnya *ngumpet*.

Oh iya. Kali ini, thanks to Edwin, kita sempat foto2 dengan kamera yang lebih beradab di tangan yang tepat pula.

Yep, dua mahluk kucel di atas itu Intan dan saya.

Eh, pulang pergi Jakarta-Malang kemarin saya kebarengan orang2 tipi terus. Dari Malang kebarengan Squad Arema. Pulangnya kebarengan Andi Malarangeng dan rombongnya rombongan. Trus di Bandara Abdurrahman Saleh ketemu juga sama Ari Dagink. Ada apa ini? Apakah pertanda saya akan terkenal? :D

*buat simbok: maap belum sempat mampir yaa*

Niece’s First Day At School

“Ooom, aku tadi belajar nyanyiii…”

Hari itu saya baru aja dateng dari Jakarta. Baru aja nyampe rumah dan sedang ngobrol sama Bapak saat tiba2 malaikat kecil ini berteriak girang dan nubruk saya dari belakang, lengkap dengan seragam TK dan tas punggungnya. Ya, itu adalah hari pertamanya di sekolah.

Sambil saya pangku, saya tanya dia, “Adek nyanyi apa tadi?”. “Nggak tau”, jawabnya. Hihihi…

“Aku udah sekolah, jadi udah nggak boleh ngompol lagi kata bu guru”. Yah, semoga ^^;;

Mahluk mungil itu sekarang sudah sekolah :)

Saya Masuk Malem Lagi

Sejak hari ini saya resmi masuk malem lagi, mengulang kehidupan sebagai mahluk nocturnal seperti dulu. Padahal kondisi sedang nggak fit. Flu yang sudah berlangsung lebih dari seminggu menyisakan batuk yang berkepanjangan. Semoga besok sembuh, soalnya mau ada acara nonton bareng sama orang2 kantor. Nggak seru kan kalo saya jadi pengisi suara di bioskop.

Hehe, masuk malem lagi. Apakah kinerja saya akan membaik atau memburuk? Apakah blog ini akan makin sering saya rawat atau justru makin sering sepi? Apakah koleksi jazz saya akan bertambah (*)? Kita liat aja nanti *uhuk*.

Maka sekianlah postingan saya yang banjir link dan miskin bobot kali ini. Buat yang sudah nyentil saya untuk update, terima kasih ya. It’s really nice to know that some people out there still waiting any news from you :)

(*) koleksi jazz saya yang bergiga2 itu saya dapat selama masuk malam dulu :p