Tips Menulis Blog

Salah satu tujuan menulis di blog adalah menyampaikan gagasan. Namun bagaimana gagasan Anda bisa diterima (atau minimal dibaca) pengunjung blog kalau Anda tidak menuliskannya dengan baik?

Di blognya, Masim “Vavai” Sugianto menuliskan 7 tips dalam menulis artikel di blog agar tulisan Anda mudah diikuti dan enak dibaca. Beberapa di antaranya (yang sering dilupakan penulis blog) adalah panjang artikel, pengaturan alinea dan kesalahan ketik, termasuk tanda baca.

Artikel yang terlalu panjang tentu akan membuat pengunjung berpikir dua kali untuk mulai membaca. Saya pribadi berusaha untuk tidak membuat tulisan yang terlalu panjang, kecuali memang banyak ide yang ingin disampaikan di situ. Kalaupun harus menulis panjang lebar, saya rasa lebih baik membaginya ke dalam beberapa postingan.

Selalu pisahkan topik-topik tulisan Anda dalam alinea-alinea yang tidak terlalu panjang agar mudah diikuti. Jika alinea dirasa terlalu panjang, pisahkan dengan kata-kata penghubung seperti “selain pertimbangan diatas, hal lain yang patut dipertimbangkan adalah…”

Perhatikan juga kesalahan pengetikan dan penggunaan tanda baca. Saya sendiri selalu menyusun tulisan di program teks editor atau pengolah kata terlebih dulu. Setelah saya cek ulang dan yakin tidak ada kesalahan ketik, baru saya pindah ke editor di blog. Gunakan juga fitur preview sebelum tulisan tersebut Anda publish. Kalaupun sudah di-publish dan masih ada kesalahan pengetikan yang terlewat, jumlahnya tidak akan terlalu banyak dan masih wajar untuk diedit.

Tips lainnya, termasuk penggunaan ilustrasi gambar dan penggunaan link, dapat Anda baca sendiri di blog beliau.

Selamat ngeblog (lagi)
:)

Fitur Anti-theft di HP Samsung

Hi, everyone. It’s me again :)

Udah lama nggak update blog. Tapi kejadian barusan bikin saya tergelitik buat nulis lagi.

Ini tentang fitur pelacak di hp Samsung. Entah seri apa saja yang mendukung fitur ini, tapi yang jelas hp CDMA saya terdahulu  (SCH-S299) sudah mendukungnya.

Tentang bagaimana saya bisa tau fitur ini, sebenarnya lebih karena nggak sengaja. Tadi pagi saya dapet SMS dari nomer yang nggak saya kenal dengan isi:

“Mobile Tracker”
Please keep this message.
Sender: Gum

Jelas saya bingung. Hp ini saya kirim ke malang beberapa hari yang lalu karena mau dibeli sama mbak saya. Tapi sepertinya dia nggak akan iseng ngirim sms nggak jelas begitu. Penasaran, saya coba telpon ke nomer GSMnya.

Turns out, hape itu memang udah nyampe ke malang dan dia barusan masang SIM Card baru. Nomernya juga sama dengan pengirim SMS tadi. Tapi dia nggak ngerasa ngirim SMS ke siapapun.

Setelah googling, saya baru ngerti kalau Samsung punya fitur pelacak yang akan aktif saat hp berganti SIM Card. Namanya Mobile Tracker.

Cara kerjanya, user ‘mendaftarkan’ nomer hp alternatif di hp tersebut. Saat hp berganti tangan dan SIM Cardnya diganti, dia akan mengirimkan notifikasi ke nomer alternatif user tadi. Dengan begitu pemegang hp nggak akan sadar kalau nomernya sudah diketahui oleh pemilik asli hp tersebut.

Kalau kasusnya adalah kehilangan atau pencurian, pilihan selanjutnya terserah anda. Call/text the thief/founder and politely asking the phone back (with/without reward), atau melaporkannya ke operator seluler dan polisi.

Fitur ini sederhana tapi menurut saya cukup cerdik, karena hanya memanfaatkan teknologi SMS. Sepertinya sampai sekarang saya belum menemukan fitur serupa di hp lain. Kalaupun ada, mungkin sudah kelewat canggih dengan teknologi yang lebih baru.

Kalau anda pemakai hp Samsung, saya menyarankan untuk segera mengaktifkan fitur ini sebelum anda menyesal saat hp anda raib. Kalau bukan, mungkin anda bisa bagi2 tips anti-theft di kolom komentar :)