Tentang Brunei, Koin Cepekan dan Gocapan

Suatu hari saat sedang menghabiskan sore bersama istri di sebuah tempat ngopi, iseng2 saya ambil sebuah majalah dari tumpukannya yang memang disediakan buat bacaan pengunjung. Itu adalah sebuah majalah pariwisata yang mengulas tentang Asia.

Covernya unik, foto pakaian tradisional suku Iban yang ngejreng berwarna-warni-berkilauan-indah-sekali.

inbound_cover

Dari informasi di dalamnya, saya mengetahui kalau foto itu adalah courtesy (apa sih padanan katanya dalam Bahasa Indonesia?) Badan Pariwisata Brunei.

inbound_cover_inside

Yang bikin saya lebih tertarik adalah aksesoris yang digunakan pada pakaian itu. Sebuah kalung dan semacam sabuk yang terbuat dari untaian uang logam. Saya perhatikan dengan seksama, dan saya foto dengan mode makro agar anda juga bisa lihat lebih jelas.

inbound_cover_zoom1

inbound_cover_zoom2

See? Does it ring a bell?

Yes! Yes!! It’s our beloved “koin cepekan” and “koin gocapan” :))

Sampai saat ini saya masih bertanya2, gimana ceritanya itu koin2 kita bisa jadi aksesoris di negara orang? Kenapa nggak pake koin mereka sendiri aja?

Bahkan saya sempat punya kesimpulan bodoh, bahwa seseorang telah membuka cabang perwakilan gerakan Coin A Chance di Brunei :))

Oh, well. Ada yang bisa menjelaskan? :D