Kulo Tiyang Sae

Pe-er yang Tertunda

May 5, 2008 · 9 Comments

Jaah… pe-er dari mbak kulkas ini udah basi kayaknya. Tapi seperti halnya dulu, tiap kali guru saya nanyain pe-er, saya selalu jawab, “wah, buku saya ketinggalan. besok ya, bu…”.

Jadi, mbak kulkas, saya baru bawa bukunya hari ini.

I’m passionate about..
Bersih2 to-do list.

I mostly say…
1. dhus!
Dus, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti kotak dr kertas tebal (karton); dos; kardus. Sebagian orang memaknainya sebagai terjemahan dari kata Bahasa Inggris thus, yang artinya kurang lebih adalah sehingga.

Tapi di Malang, dhus lebih dikenal sebagai kependekan dari wedhus. Ya, wedhus yang artinya kambing itu, sebuah bentuk personifikasi spesies Capra aegagrus hircus yang kerap diucapkan sebagai bentuk kekesalan terhadap sesuatu/seseorang. Cocok diucapkan dalam kondisi shit happens.

Alternatifnya adalah dhes! yang berasal dari kata bedhes (monyet, red).

2. Wek ik!!
Sampai saat ini saya belum dapat padanan kata yang pas untuk ungkapan ini. Contoh penggunaannya dalam percakapan sehari2 kira2 seperti ini:

- dalam bentuk negatif,
“bayaran ulan iki mundur seminggu” (gajian bulan ini mundur seminggu)
“wek ik!! sing genah ae!!” (gila!! yang bener aja!!)

+ dalam bentuk positif,
“eh, deloken kameraku. tas tuku iki” (eh, liat deh kameraku. baru beli nih)
“weeek iik!! mbois rek!!” (giila!! keren, coy!!)

Meskipun dalam contoh diatas wek ik selalu diterjemahkan sebagai gila, dia tidak bisa digunakan dalam contoh kalimat berikut,
“awas!! ono wong wek ik!!” (awas!! ada orang gila!!).
Karena fungsinya memang hanya sebagai ungkapan terhadap sesuatu yang tidak biasa (baik maupun buruk).

Semakin panjang pengucapan weeek dan semakin pendek pengucapan ik akan memberikan penekanan yang lebih. Contoh,
“weeeeeekk ik!!!” (giiiiiiilaaaaaa!!!)
Dan pelafalan huruf w yang mendekati lafal v, akan lebih mendramatisir suasana. Contoh,
“VHEEEEEEE IKKK!!” (GHIIIILAAAAA!!).
Sekali lagi, saya belum dapat padanan kata yang pas.

I’ve just finished reading…
My latest post, right before i posted it.

Before I die, I really want to…
Wah, berat ini. Nggak bakalan cukup kalo mau ditulis di sini :p. Tapi yang jelas, di samping hal2 religius, saya pingin banget punya kafe bronis.

I love to listen to…
Her voice ^^
Untuk urusan musik, predictable kok. Anything jazzy lah pokoknya.

My friends like me because of…
Mungkin fakta bahwa saya bukan Roy Suryo, dan saya punya blog :))

Tapi jujur, saya nggak tau ‘apanya saya’ yang bikin temen2 saya suka. Eh, maksud saya, saya nggak tau kenapa temen2 saya pada suka, gitu.

Hmm… masa sih mereka suka saya? As long as they dont hate me, that’d be OK :)

I’ve learned last year that…
I really need glasses :))

Jadi begitulah. Maaf baru sempat dikerjain sekarang m(_ _)m.

O iya, posting ini juga menepis anggapan sebagian kalangan yang bilang saya menghilang.

→ 9 CommentsCategories: java · linguistics · posts

Thursday Nite Jazz With Farbig

April 17, 2008 · 14 Comments

Bermula dari informasi yg dikirim Wina, vokalis Farbig Band, tentang jadwal perform mereka di Cinemax Sawojajar tiap Kamis malam, saya sama Isdah menggalang persatuan dan kesatuan untuk ikutan mencicipi The Colors of Farbig tadi malam.

Event ini sebenernya sudah lumayan lama digelar. Namanya Ezzy Cozzy Jazzy (ECJ), awalnya cuma ada tiap Jumat Malam dengan hanya menampilkan Trafik Band. Tapi mulai beberapa minggu ini ECJ juga menampilkan Farbig tiap Kamis Malam. Dan karena Malang Jazz Forum sudah mulai terbentuk (yeah!), sepertinya ECJ juga bakal jadi ajang kopdar rutin penikmat jazz di Malang.

Malam itu lumayan rame, nggak seperti kedatangan perdana saya (tssahh… kayak tamu penting) di event ini tempo hari. Beberapa kalangan yang saat itu hadir diantaranya dari … um… maaf, saya lupa. Pokoknya banyak :D

Enjoyed the show so much lah pokoknya, brought a wide smile on my face. Bukan cuma saya sih. Mas Meru yang belakangan akhirnya ikutan gabung juga sepertinya sependapat.

The Band

Saya pertama kali lihat mereka waktu ada event Malang Jazz Regeneration akhir 2006 kemarin. Review tentang mereka yang pernah saya buat, tanpa sengaja diendus sama Wina, kemudian di-print dan disebarkan pula (!!) :)). Itu sudah lebih dari setahun yang lalu, tapi baru tadi malam itu akhirnya bisa ketemuan sama personel dan manajemen mereka.

Dan dunia ini ternyata memang nggak lebar2 amat. Agung, yang manajemen Farbig dan sekaligus adeknya Wina (bener ya, Win?) ternyata kenal baik sama orang kantor saya di Jakarta. Halah…

The Music

Jah… saya spikles lah pokoknya. Mereka itu bossas bisa, swing bisa. Yang jelas lagu pesenan saya, Desafinado, mereka bawain dalam versi bahasa inggris dengan manis. Selain itu, hasil nge-jamz mereka dengan beberapa musisi lain (saya lupa siapa aja) menghasilkan Antonio’s Song yang sarat dengan aksi unjuk kebolehan.

Ada lagi Yang Terlupakan -nya Iwan Fals ala Farbig (jazzy, pastinya). Dan sebagai penutup, lagu Siapa Dia [1] versi Big Band! Impressive!!

The Community

Ya, embrio komunitas jazz yang solid di Malang memang sudah mulai terbentuk. Malang Jazz Forum (MJF) namanya. Sebagai langkah awal, mereka mulai publikasi lewat blog ini. Menyusul kemudian mailing list dan berbagai kegiatan lainnya.

Waktu ngobrol dengan Wina tadi malam, salah satu mimpi MJF adalah memasyarakatkan jazz di Malang, supaya musik ini nggak dianggap hanya milik sebagian kalangan. Caranya? Dengan menampilkan jazz di tempat2 yang tidak melulu eksklusif. Jazz on the street, jazz goes to campus dan jazz goes to school adalah beberapa ide yang waktu itu sempat terpikirkan.

Jadi adek2 mahasiswa dan pelajar, tunggu saatnya nanti ya. Dimana kalian akhirnya ditakdirkan untuk berkenalan dengan musik2 bermutu dan mulai meninggalkan sontrek2 sinetron :))

The Place

Warung Cinemax punya tempat yang lumayan luas untuk event live music seperti ini. Apalagi setelah tata letak panggungnya dipindah (dulu seingat saya belum di tempat yang sekarang, shg terkesan sempit). Banyak pilihan tempat yang mereka sediakan. Di depan stage, di pendopo utama, lesehan, tinggal sesuaikan dengan selera Anda.

Nggak suka live music? Anda bisa nonton HBO di layar lebar mereka. Ya, asal Anda nggak merasa aneh aja nonton film di tengah2 acara live music :p

Sayangnya, saya kurang terkesan dengan kopinya. Menurut saya mereka harus menaruh perhatian lebih untuk yang satu ini. Karena a good music nearly incomplete without a good coffee.

O iya, di toilet saya melihat tulisan ‘jangan buang apapun ke kloset’ tanpa menemukan kloset satupun. Apa saya salah masuk ya? :p

Jaah… overall saya terhibur. Thanks to Wina dan Farbig, MJF, tentunya juga penyelenggara. Berkat kalian, saya jadi… punya bahan postingan :))

[1] Lupa penyanyi aslinya. Tapi tahun 80an, ini jadi music theme acara kuis dengan judul yang sama di TVRI (nyata kan jadulnya?).

→ 14 CommentsCategories: musics · places · rekomendasi

Night Photo Hunting

April 17, 2008 · 12 Comments

Sementara posting foto dulu. Masih belum sempat blogwalking dan nulis, termasuk ngerjain PR dari mbak kulkas ini.

Ini hasil hunting saya sama Doni hari minggu tengah malam kemarin.

Foto pertama ini adalah kawasan Jalan Ijen.

this photo on my flickr

Foto kedua adalah Gedung Balai Kota Malang, diambil pukul 2 dini hari. Sebetulnya mau ambil foto tugu dengan lampu warna-warninya. Sayang kami datang terlalu malam (atau pagi?). Lampu di tugu sudah dimatikan sekitar jam 10 malam, sepertinya.

this photo on my flickr

Ada satu foto lagi yang jadi sasaran kami malam (atau pagi?) itu, patung di depan Stasiun Kereta Malang Kota Baru. Lampu yang menghiasinya makin memunculkan warna emas patung itu. Tapi lagi2 kami datang terlalu malam (atau pagi?) dan lampu sudah dimatikan…

Technical Information :
Camera: Canon
Model: Canon DIGITAL IXUS 75
ISO: 80
Exposure: 5.0 sec
Aperture: f/2.8
Focal Length: 5.8mm
Flash Used: No
Latitude: n/a
Longitude: n/a

itu kata picasa sih. saya sendiri gak mudeng :p

→ 12 CommentsCategories: photography

On A Piece of Luxury

April 15, 2008 · 12 Comments

Berikut ini pertikan percakapan saya dengan seseorang-entah-siapa yang saya ambil dari history chat board di kantor. O iya, chat board ini juga berfungsi sebagai sarana koordinasi antara tim pagi dan tim malam. Selain milis resmi, tentunya.

Ya sudah. Wong yang ngebet juga saya kok. Lagipula sedikit kemewahan saat makan siang nggak ada salahnya kan?

Hmm… rasa memang nggak pernah bo’ong :p

→ 12 CommentsCategories: posts

Hey, It’s Been a Year Already

April 10, 2008 · 15 Comments

Hari ini tepat setahun yang lalu, TiyangSae mbrojol di dunia blogosphere. Jadi bisa dibilang hari ini adalah - officially - 1st anniversary-nya TiyangSae.

“Setahun nyampah, apa nggak bosen?”

Eh, first of all, saya nggak mau dibilang nyampah. Biarpun jelek nggak karuan, saya tetap menghargai karya sendiri. Buat Anda mungkin postingan2 saya hanya sampah. Tapi buat saya, mereka adalah masterpiece.
*sebuah apologi seseorang yang gagal jadi designer*

Mengenai bosen, nggak tuh. Makin lama saya makin menikmati menulis, membaca, membangun jaringan pertemanan maya. Makin menikmati eksistensi saya di dunia digital ini.

Dan untuk merayakan setahunnya TiyangSae, ijinkan saya memaparkan beberapa fakta tentang TiyangSae dan saya.

  • Awalnya ‘Kulo Tiyang Sae’ hanya sebuah kalimat self-describing di bagian About Me Friendster. Kemudian saya angkat jadi tagline blog pertama saya di situ. Tapi nggak lama, kemudian saya hapus.
  • Akhir 2006, orang ini sukses mengintimidasi saya untuk memulai ngeblog. Nggak tanggung2, langsung sewa hosting sendiri. Waktu itu saya pakai domain nanasayo.com[1]. Sisa2 postingannya mungkin masih bisa Anda telusuri di situs aggregator http://arema-junkerz.org.
  • Tapi hosting saya bermasalah, sehingga awal 2007 nanasayo mulai sering susah diakses dan akhirnya domain tersebut di-suspend.
  • Kelahiran kembali TiyangSae juga menjadi titik perubahan gaya menulis saya, dari aku-kamu ke saya-Anda.
  • Mei 2007, saya mulai bikin blog lagi di FS. Isinya cuma paragraf2 pertama dari postingan2 saya di blogspot dengan link ke artikel aslinya. Promosi, gitu :p
  • Awal Desember 2007, beberapa rekan blogger sukses memprovokasi saya untuk hijrah ke WordPress.

Dan begitulah bagaimana saya bisa sampai membuat postingan ini.

Terima kasih buat siapapun yang pernah komen, mampir, atau bahkan kesasar di sini. Karena setiap respon yang saya terima selalu menjadi semangat baru buat saya untuk tetap blogging.

to self : happy first REAL blogging aniversary

*sruput kopi*

[1] the name was a tribute to my niece, yang waktu itu belum bisa nyanyi lagu anak2 ‘Sayonara’ dengan benar.

→ 15 CommentsCategories: posts