Tentang Brunei, Koin Cepekan dan Gocapan


Suatu hari saat sedang menghabiskan sore bersama istri di sebuah tempat ngopi, iseng2 saya ambil sebuah majalah dari tumpukannya yang memang disediakan buat bacaan pengunjung. Itu adalah sebuah majalah pariwisata yang mengulas tentang Asia.

Covernya unik, foto pakaian tradisional suku Iban yang ngejreng berwarna-warni-berkilauan-indah-sekali.

inbound_cover

Dari informasi di dalamnya, saya mengetahui kalau foto itu adalah courtesy (apa sih padanan katanya dalam Bahasa Indonesia?) Badan Pariwisata Brunei.

inbound_cover_inside

Yang bikin saya lebih tertarik adalah aksesoris yang digunakan pada pakaian itu. Sebuah kalung dan semacam sabuk yang terbuat dari untaian uang logam. Saya perhatikan dengan seksama, dan saya foto dengan mode makro agar anda juga bisa lihat lebih jelas.

inbound_cover_zoom1

inbound_cover_zoom2

See? Does it ring a bell?

Yes! Yes!! It’s our beloved “koin cepekan” and “koin gocapan” :))

Sampai saat ini saya masih bertanya2, gimana ceritanya itu koin2 kita bisa jadi aksesoris di negara orang? Kenapa nggak pake koin mereka sendiri aja?

Bahkan saya sempat punya kesimpulan bodoh, bahwa seseorang telah membuka cabang perwakilan gerakan Coin A Chance di Brunei :))

Oh, well. Ada yang bisa menjelaskan? :D

20 tanggapan untuk “Tentang Brunei, Koin Cepekan dan Gocapan”

  1. Ehm, ehm..

    Ya mungkin saat koin-koin tersebut ditarik oleh pemerintah, mereka “menjual” logam-logam tersebut ke Brunei..

    *komen seriyus*

    *summon Nyi Roro Kidul*

  2. berarti emank Indonesia negara yang kaya budaya yach…
    uang logam aja dijadikan aksesoris…hihihihihihi….
    pantes malaysia (malayz ah) niru ini itu dari Indonesia, iri dia negara dia gk ada yg bisa dibanggakan…
    berarti Indonesia cukup ngetop di negara Asia…
    Good Job….

  3. Sepertinya ini ada lemparan *konflik* baru…. entah di makna POSITIF atau NEGATIF…

    Kalau bagi saya UANG tetaplah UANG jadi kurang tepat kalau di jadikan HIASSAN…. seperti tidak ada BENDA lain yang layak aja ;)

  4. o.O
    ini harus bangga atau tersinggung ya?
    bangga karena koin itu dikreasiin orang sebagai aksesoris (entah itu udah di hak paten-in lom). Tersinggung kenapa orang indo sendiri malahan malu sama koin itu?

  5. tp mesti dilihat dulu, bagaimana mereka memperlakukan hiasan dipakaian adat mereka itu,kalo mereka menyanjungnya dan di simpan dgn baik , ya kita patut bangga, tapi kalo dah digeletakin dipojok ruangan,,,patut dihajar itu…….
    Indonesia memang negara yang kaya ya,,,

    gum: wah, maen hajar? jangan doong :))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s